Coba Buka Catatan di Langit

Di keseharian, apatisme – cuekisme – sikap malas tahu atau ‘peduli amat’ telah bergentanyangan atau menjadi tamu di hati. Pertarungan dalam keluarga, kini, bukan saja pada ‘soal cari makan dan segala tindak demi survive-nya.’ Dunia berkeluh akan daya serap akan nilai yang sekiranya mesti lewati dinamika yang menantang. Yang nikmat dan penuh pujian diterima, sayangnya yang ‘menantang dan keras’ ditolak dan dijauhi.

Di Kisah Berikutnya…?

Sesama pun ternyata bisa salah dan keliru dalam dalam berpendapat serba positif tentang diri kita. Kita ‘dilambungkan dan dimuliakan’ dalam pecitraan diri yang ‘sengit mati punya.’ Di mana-mana dan dalam serba kesempatan nama kita ditenarkan. Bergaung indah tanpa jedah. Kita menjadi gema pujian di segala sudut.

Di titik sebaliknya, di renung hati terdalam, kita sedikit pun tak sanggup menepis kenyataan: Kita tidaklah selalu dan selamanya di bentangan litania kemuliaan yang didaraskan. Tidak! Sayangnya, kita sekian asyik dalam gema pujian melambung. Kita memilih sikap diam, sambil nikmati ‘keuntungan’ dari semua ‘indah tak nyata itu.’

Selanjutnya…?

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN