Cinta yang benar dan kasih yang sejati bukan terutama melihat perbedaan-perbedaan tampilan fisik manusia. Tampilan fisik yang berbeda-beda hanyalah image atau cashing luar dari diri manusia, tetapi inti terdalam dari hakekat manusia adalah martabatnya yang luhur dan mulia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang terindah di dunia. Maka kalau kita mencintai Tuhan, hendaklah kita mencintai orang lain menurut harkat dan martabatnya yang luhur dan mulia.
Kita mencintai sesama secara benar, apabila kita mengasihi setiap orang dalam keunikan dan keistimewaanya sebagai gambar dan rupa Tuhan dan bukan sebagai objek pemuas dorongan hawa nafsu atau keinginan ‘rasa’ manusia.
Dengan mencintai orang lain secara benar, kita dapat mencintai diri kita secara baik dan benar pula. Di atas cinta terhadap sesama dan cinta diri sendiri, kita mesti mencintai Tuhan sebagai yang pertama dan terutama. Dengan mencintai Tuhan secara benar sebagai yang pertama dan terutama, kita juga dapat mencintai secara benar orang lain dan diri kita sendiri.
Inilah anak tangga cinta yang benar bagi kita untuk naik ke surga mengikuti Tuhan Yesus. Melalui anak tangga cinta yang sama Tuhan juga turun ke dunia untuk membawa kita naik ke surga sesuai dengan kata-kata-Nya sendiri. “Apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada” (Yoh 14: 3). Berada bersama Tuhan di dunia dan terlebih di surga adalah dasar da tujuan praktek cinta yang benar dan kasih yang sejati dalam hidup di dunia ini.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






