Bertobat untuk Naik ke Surga

Kita tidak berdosa dan pasti berhenti untuk berbuat dosa, apabila Tuhan tetap berada pada urutan pertama cinta kita. Tuhan adalah Pencipta kita. Dengan mencintai Dia kita dapat mencintai atau mengasihi sesama. Dengan mencintai atau mengasihi sesama, kita dapat mencintai atau mengasihi diri sendiri. Cinta yang benar atau kasih yang sejati bergerak keluar kepada orang lain lebih dahulu baru bergerak ke dalam.

Istrinya Nasrudin amat sangat cantik luarbiasa. Karena itu banyak sekali laki-laki penggoda. Setiap kali pulang dari pasar, istrinya menangis karena digodai oleh laki-laki. Nasrudin lalu putar otak untuk memikirkan bagaimana mengatasi godaan terhadap istrinya. Nasrudin lalu pergi ke pasar dan membeli ubi-ubian dan pewarna makanan. Aneka ubi itu dimasak dan diberi warna-warni yang indah.

Sesudah itu, semua laki-laki penggoda istrinya diundang untuk makan di rumahnya. Para lelaki itu amat senang bukan saja karena makanan, tetapi agar mereka dapat melihat istrinya yang begitu cantik. Anehnya, semua lelaki itu sepakat bahwa rasa masakan sama, padahal warnanya berbeda-beda. Maka Nasrudin lalu berkata: “Saya undang kalian semua, untuk merasakan ubi yang warnanya berbeda-beda. Ternyata enaknya sama saja. Istri kita manusia meski fisiknya berbeda-beda, tetapi rasa enaknya sama saja, yaitu sama-sama perempuan.” Semua tamu itu tertawa lepas (okezone.com)

Segala sesuatu yang tampak di mata kita bermacam-macam dan berbeda-beda, tidak ada yang sama. Manusia juga berbeda-beda, baik laki-laki maupun perempuan. Tidak ada yang sama tampilan luarnya atau fisiknya. Meskipun tampilan luarnya atau fisiknya berbeda-beda, namun semuanya sama saja isinya, yaitu sama-sama lelaki dan sama-sama perempuan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel