Dalam bingkai pemahaman ini, kita hanya dapat mengikuti Tuhan Yesus untuk naik ke surga, bila kita bertobat dari dosa kita dan menerima pengampunan dari Tuhan. Dosa berarti melanggar cinta kasih terhadap Tuhan atau sesama. Manusia mesti mencintai Tuhan dan sesama. Akan tetapi dalam kenyataannya, manusia tidak sungguh-sungguh menunjukkan cinta dan perhatiannya kepada Tuhan dan sesama. Manusia lebih fokus pada dirinya sendiri lebih darpada fokus pada Tuhan dan sesama. Akibatnya, hubungan dengan Tuhan dan dengan sesama menjadi putus. Manusia tidak mencintai Tuhan dan sesama, karena manusia terlalu mencintai dirinya sendiri atau hal-hal lain, sehingga manusia menjauhkan dirinya dari cinta akan Tuhan dan orang lain.
Dalam bahasa analogi, cinta itu dapat diibaratkan dengan sebuah tangga. Tangga cinta adalah tempat turun-Nya Tuhan dari sorga untuk menjumpai manusia di bumi. Sekaligus tangga cinta itu adalah tempat naiknya manusia dari bumi untuk bertemu dengan Tuhan.di surga. Akan tetapi karena dosa, tangga cinta itu menjadi patah atau putus. Dengan demikian manusia tidak bisa lagi naik ke tempat lain untuk bertemu dengan Tuhan dan Tuhan juga tidak bisa lagi turun untuk menemui manusia.
Hanya apabila manusia bertobat dari dosa atau kejahatannya dan menerima pengampunan dari Tuhan, tangga cinta itu dapat dibangun kembali. Karena itu, hendaklah kita bertobat dengan berhenti mencintai diri secara berlebihan agar kita masih tetap dapat mencintai Tuhan dan orang lain. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Mat 22: 37-40).
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






