Bangunlah Komunikasi dan Dialog

Maka janganlah kita menyembunyikan diri atau memisahkan diri dari orang lain. Kita harus menyatu dan bersatu dengan orang lain khususnya pada hari-hari tertentu. Kita tidak boleh menghindar dari orang lain atau menghindari orang lain. Orang lain amat membutuhkan kita sebagaimana kita juga amat membutuhkan orang lain.

2). Jangan Tutup Mulut

Paulus di dalam rumah sembahyang tidak hanya sembahyang, tetapi juga berbicara atau mewartakan Tuhan dan sabda-Nya. Saat Paulus berbicara itu, Tuhan membuka hati” seorang perempuan bernama Lidia sehingga ia amat mendengarkan dan memperhatikan perkataan Paulus. Ia akhirnya mengundang Paulus untuk ‘menumpang di rumahnya.

Dengan ini amat penting dialog dan komunikasi ketika kita bertemu dan berkumpul dengan orang lain. Dengan dialog dan komunikasi atau dengan pewartaan yang kita lakukan, orang lain dapat mendengarkan sabda Tuhan melalui mulut kita. Maka janganlah kita mengunci diri atau menutup mulut untuk berbicara dan mewartakan Sadda Tuhan. Ketika kita berbicara atau berkhotbah, orang lain dapat mendengarkan kita, dan terutama mendengarkan sabda Tuhan.

Jangan kita berasumsi bahwa pembicaraan atau komunikasi kita sia-sia dan hampa belaka. ‘Allah sendiri ‘membuka hati’ siapa saja untuk mendengarkan dan merenungkan dan untuk menghayati pembicaraan atau pewartaan kita. Kewajiban dan tanggung jawab kita hanya berbicara dan mewartakan, tetapi Tuhan sendiri akan ‘membuka hati’ dan pikiran orang lain dengan Roh Kudus, sehingga sabda Tuhan atau pembicaraan kita berbuah bagi hidup orang lain.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel