PEKAN VI PASKAH
Senin, 23 Mei 2022
Bacaan: Kisah Para Rasul 16: 11-15; Yohanes 15: 26-16: 4a
Di Neapolis, Paulus memasuki rumah sembahyang Yahudi. Di satu ia berbicara kepada perempuan-perempuan yang berkumpul di situ. Salah seorang dari perempuan-perempuan itu, yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain unggu dari kota Tiatira, seorang yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. Sesudah dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, Lidia mengajak kami, katanya: Jika kamu berpendapat bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku. Ia mendesak sampai kami menerimanya” (Kis 16: 11.13-15).
Dari kisah suci ini, ada dua pikiran yang muncul bagi kita
1). Rumah Tuhan Tempat Sembahyang
Tempat sembahyang adalah tempat pertemuan manusia dengan Tuhan. Di dalam tempat sembahyang seperti Gereja misalnya, kita bertemu dan berbicara dengan siapa saja. Kita tidak hanya bertemu dan berbicara dengan Tuhan, tetapi juga bertemu dan berbicara dengan orang lain, entah perempuan atau laki-laki, entah orang dewasa dan anak-anak.
Karena itu hendaklah pada hari-hari tertentu, khususnya pada hari Minggu dan Hari Raya, kita mesti keluar dari rumah kita masing-masing. Kita mesti berani meninggalkan kesibukan harian kita untuk pergi ke rumah Tuhan atau rumah sembahyang. Dengan hadir bersama di Gereja atau di rumah sembahyang atau di rumah Tuhan, kita sadar bahwa kita adalah umat Allah. Itu berarti kita manusia adalah orang-orang Gereja yang berziarah bersama orang lain di dunia ini. Kita tidak hidup sendiri atau berjalan sendiri-sendiri, tetapi kita adalah bagian dari dari diri dan hidup orang lain dan orang lain juga adalah bagian dari diri dan hidup kita.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



