Ruteng, infopertama.com – Memasuki pekan kedua September 2026, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, masih berjibaku dengan pemulihan pascabencana gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026 lalu.
Bencana masif ini berdampak luas pada seluruh sektor kehidupan masyarakat, memaksa puluhan ribu warga tinggal di posko pengungsian, serta melumpuhkan sebagian besar infrastruktur kesehatan daerah.
Berdasarkan data resmi penanggulangan bencana per 12 September 2026, tercatat sebanyak 88.751 jiwa terdampak langsung di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Manggarai. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.563 orang masih bertahan di berbagai titik posko pengungsian mandiri maupun terpusat.
Peristiwa tragis ini juga merenggut korban jiwa sebanyak 56 orang (26 laki-laki dan 30 perempuan) dari berbagai kelompok usia akibat tertimpa reruntuhan bangunan, syok pascabencana, hingga perburukan kondisi medis penyerta di barak pengungsian. Sementara itu, pelayanan medis telah menangani 60 korban luka berat dan 393 korban luka ringan.
Infrastruktur Kesehatan Lumpuh Total
Sektor kesehatan mengalami hantaman telak akibat gempa susulan yang tercatat telah terjadi lebih dari 13.000 kali sejak pertengahan Agustus. Tercatat seluruh 25 Puskesmas di Manggarai mengalami kerusakan dengan rincian bervariasi dari ringan hingga berat. Kerusakan parah juga melanda fasilitas rujukan utama seperti RSUD BLU Ruteng dan RS Pratama Reo, serta puluhan unit Puskesmas Pembantu (Pustu), Poskesdes, Polindes, dan rumah dinas tenaga kesehatan. Kondisi ini mengharuskan tenaga medis melayani pasien di tenda-tenda darurat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












