Cepat, Lugas dan Berimbang

Antara Amini – Hajsafi – Anis Baswedan dan Piala Dunia Qatar 2022

(sekedar bayangan halus dari Iran vs Inggris)

P. Kons Beo, SVD

Kemarin itu, di pertandingan perdananya di Piala Dunia Qatar, Timnas Iran sepertinya ‘mati kutu.’ Nampak tak ada nyali bertarung. Bayangkan! ‘Hanya’ dengan 21 % penguasaan bola sepanjang pertandingan. Sementara, Tim Three Lions – Inggris sekian leluasa bergerak.

Walau terkesan santai, dan tak ada nafsu bikin gol, nyatanya di babak pertama saja Inggris sekian mudah cetak 4 gol lewat Belingham, Sterling dan dua gol dari Saka. Belum lagi ditambah gol dari Rashford dan Grealish di babak kedua.

Iran memang tak ingin kalah telak. Dua gol dari Taremi sudah cukup untuk buktikan Iran masih bisa cetak gol. Tetapi, adakah yang patut direnungkan kisah delapan gol di Stadion Internasional Khalifa itu?

Mari kita berandai sekadarnya. Andaikan kemenangan itu milik Iran, maka kisah luar biasa kemenangan itu milik siapa? Milik seluruh rakyat Iran? Dan juga jadi kado sukacita kemenangan perdana di Piala Dunia Qatar bagi Regim Iran? Tetapi, mari lepas saja pengandaian itu.

Entah menang atau kalah, Timnas Iran tak akan tepis kenyataan suramnya keadaan negeri. Semua berawal dari kematian pilu Mahsa-Jina Amini. Perempuan Kurdi, berusia 22 tahun itu, tertangkap dan tertuduh ‘tak sopan berhijab.’ Sedikit rambut di kepalanya yang terlihat, sudah jadi alasan telak polisi moral untuk membelenggunya.

Dan di muaranya adalah kematian tak wajar yang mesti ia alami. Maka, kisah tragis Amini cepat jadi ‘sumbu pendek untuk kobaran api penuh protes. Membakar seantero negeri. Jalan-jalan bergelora oleh gelombang reaksi penuh amarah.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN