Realitas yang ketiga adalah republik ini secara konstitusional memuliakan rakyat, tetapi dalam praktik kenegaraan dan pemerintahan jauh dari memuliakan rakyat, jauh dari mandat konstitusi.
Rakyat hanya dibicarakan oleh segelintir elite politik secara populis, bukan secara republik. Meskipun para pemimpin itu bertemu rakyat, itu hanya gejala populisme, bukan gejala republikanisme, karena sejatinya rakyat tetap diperlakukan sebagai obyek.
Tiga realitas itu yang membuat STPMD “APMD” menghadirkan “Sarjana Rakyat” yang secara teleologis, metodologis dan pedagogis ini adalah bagian dari proses “menjadi” bukan sesuatu yang sudah jadi yang dilakukan oleh STPMD “APMD”.
Kegiatan Sarasehan yang dilaksanakan pada 13 Novmber 2025 dilakukan bersamaan dengan Launching Buku dan Alumni Pulang Kampus. Serta, dimeriahkan dengan pameran karya Tri Dharma dosen dan mahasiswa STPMD “APMD”.
Untuk kegiatan Sarasehan menghadirkan pembicara antara lain; (1) Natalius Pigai, S.IP-Menteri HAM (Alumni STPMD “APMD”); (2) Drs. Eman Suherman, M.M-Bupati Majalengka (Alumni STPMD “APMD”); (3) Hermus Indow, S.IP, M.H-Bupati Manokwari (Alumni STPMD “APMD”); (4) Orideko Iriano Burdam, S.IP, M.M.,M.ec.Dev-Bupati Raja Ampat (Alumni STPMD “APMD”; (5) Sri Rahayu, S.Sos-Anggota DPRD Kabupaten Pangandaraan (Alumni STPMD “APMD”); (6) Dr. Arie Sujito, S.Sos, M.Si (Wakil Rektor 3 UGM); (7) KPH Yudanegara, S.E, M.Si, PhD-Kadis DPMKKPS D.I.Y; (8) Hari Purnama, S.Sos-Kepala Desa Ngrundul Klaten (Alumni STPMD “APMD”); (9) Syarif Aryfaid, S.IP, M.IP-Ketua Kapemada (Alumni STPMD “APMD”).
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







