“Awal mula munculnya kecurigaan berawal dari kebiasaan sekolah yang seharusnya telah selesai pada siang atau sore hari, namun dalam beberapa kesempatan masih terlihat dua sepeda motor berada di lingkungan sekolah,” ucap dia.
“Pulang sore terus. Terus ada motor dua. Awalnya tidak curiga. Curiga-curiganya kok sering seperti itu dan pintu tertutup,” imbuhnya.
Bahkan, murid-murid yang kebetulan tengah bermain di sekolah pada sore hari juga heran. Salah satunya bahkan mencoba menggedor pintu yang tertutup itu.
“Ada siswa tanya ke saya soal kepala sekolah dan guru tersebut sering berdua di sekolah sampai sore,” katanya.
“Pintunya tutupan. Saya penasaran, tak gedor-gedor,” tambah warga tersebut menirukan suara siswa.
Seiring isunya makin membesar, komite sekolah meminta adanya kejelasan. CCTV pun dipasang untuk mendapat bukti valid.
“Sebelumnya belum ada bukti, sehingga Juli lalu komite sekolah memasang CCTV, untuk memastikan dan membuktikannya,” katanya.
Ia menegaskan, langkah tersebut juga dilatarbelakangi kepentingan warga yang menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut. Dengan adanya isu yang berkembang, warga dan komite merasa perlu mengetahui kondisi sebenarnya.
“Warga juga menyekolahkan anak-anaknya di sini. Apalagi ada desas-desusnya seperti itu,” ujarnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











