“Di ruang guru itu ada atap yang jebol. Itu dimanfaatkan untuk menyisipkan CCTV di atasnya. Jadi yang di ruangan itu juga tidak mengetahui bahwa di atas itu ada CCTV,” jelasnya.
“CCTV tersebut, dibeli secara patungan dengan biaya sekitar Rp200 ribu,” ungkapnya.
Kepsek-Guru Terekam 2 Kali Ngeseks
Saim melanjutkan, CCTV itu kemudian merekam dua momen perilaku tak terpuji kepsek dan guru tersebut.
“Ya, dari hasil CCTV itu ditemukan dua rekaman berdasarkan kecurigaan komite sekolah. Akhirnya kan memantau setiap hari yang dicurigai. Nah, terjadilah saat itu. Ada kecurigaan, akhirnya dimonitor, ternyata terjadi,” ujar Saim.
Salah satunya ialah seperti yang viral di media sosial, sementara satu lagi dinilai lebih vulgar. Rekaman yang dinilai lebih vulgar disebut masih disimpan dalam flashdisk dan diamankan oleh pihak sekolah.
“Rekaman lebih vulgar telah diamankan, agar tidak tersebar,” imbuhnya.
Saim berkata, rencananya pada Jumat (11/9), Aliansi Masyarakat Desa Langkap bakal menggeruduk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan. Massa mendesak supaya oknum kepsek dan guru itu disanksi tegas.
“Tujuannya mendesak dinas terkait memberikan sanksi tegas terhadap pelaku, terhadap oknum kepala sekolah yang melakukan tindakan asusila di lingkungan sekolah,” ujar Saim.
Murid Sampai Gedor Pintu Ruangan
Sementara salah satu warga yang ikut memasang CCTV itu menceritakan, masyarakat sekitar sekolah sudah mencium desas-desus miring kepsek dan guru tersebut. Bahkan, isu tidak enak itu sudah menyeruak saat Ramadan tahun ini.
Warga yang ingin identitasnya diberitakan secara anonim itu mengatakan, pada awalnya mereka menemukan ada dua motor yang masih terparkir di sekolah pada sore hari, dengan salah satu ruangan ditutup pintunya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











