Pekalongan, infopertama.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mendadak gempar. Sebuah potongan video asusila berdurasi 22 detik yang melibatkan oknum Kepala Sekolah dan seorang guru di SD Negeri Langkap 2, Kecamatan Kedungwuni, viral di media sosial dan memicu gelombang kecaman publik.
Aksi tak terpuji tersebut ironisnya dilakukan berulang kali di dalam lingkungan sekolah—mulai dari ruang kerja kepala sekolah, ruang guru, hingga fasilitas toilet.
Terungkapnya skandal ini bermula dari kecurigaan para orang tua murid dan warga sekitar yang kerap melihat keduanya beraktivitas di area sekolah hingga sore hari.
Merespons keresahan tersebut, pihak komite sekolah bersama guru-guru lainnya mengambil langkah diam-diam dengan memasang kamera pengawas (CCTV) di ruang kerja kepala sekolah.
Hasil rekaman itulah yang akhirnya menjadi bukti kuat tindakan tak senonoh tersebut. Hal yang kian memprihatinkan, kedua oknum pendidik ini diketahui masing-masing sudah memiliki keluarga.
Menanggapi kasus yang mencoreng citra pendidikan ini, Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Kholid membenarkan adanya insiden tersebut dan memastikan penanganan hukum disiplin sedang berjalan.
“Kami sudah menerima aduan sejak tanggal 18 Agustus dan langsung melakukan pemeriksaan BAP terhadap kedua belah pihak, baik kepala sekolah maupun gurunya,” ujar Kholid.
Kholid menjelaskan bahwa pihak dinas juga telah menampung aspirasi dari komite sekolah dan masyarakat setempat. Untuk mencegah kegaduhan lebih lanjut di lingkungan sekolah, kedua oknum tersebut telah dijatuhi sanksi penonaktifan sementara dan ditarik ke kantor Dinas Pendidikan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











