Bisa saja Tuhan hadir bukan hanya dalam bunyi angin sepoi-sepoi basa, tetapi juga Ia bisa datang atau hadir dalam peristiwa-peristiwa alam yang dahsyat dan menggemparkan seperti angin ribut, gempa atau api yang bernyala-nyala. Akan tetapi tujuan kehadiran Tuhan tetap tidak berubah, yaitu membuat manusia aman dan nyaman atau membuat manusia selamat dan diselamatkan.
Tuhan tidak mendatangkan atau menyebabkan peristiwa-peristiwa alam yang gempar dan menakutkan, tetapi Ia tetap hadir dalam peristiwa-peristiwa yang gembar dan menakutkan itu untuk menolong dan menyelamatkan manusia. Ia selalu hadir untuk membantu dan menolong manusia agar kita tidak ikut hancur binasa bersama peristiwa-peristiwa yang dahsyat, tetapi agar kita dilindungi dan dipelihara, diangkat dan dibebaskan dari kebinasaan dan kehancuran alam yang terjadi.
3). Jangan Cemas Akan Masa Depan
Elia melihat dan menyadari bahwa semua nabi sudah dibunuh dan tinggal dia sendiri saja yang masih hidup. Maka dia lalu lari dan bersembunyi untuk menyelamatkan diri. Akan tetapi Tuhan menyuruh Elia untuk mengurapi Hazzel menjadi raja atas Aram dan Yehu menjadi raja atas Israel. Bahkan Elisa menggantikan Elia sendiri untuk menjadi nabi.
Kita boleh-boleh saja cemas dan gelisah akan situasi dan kondisi masa depan sesudah kita tidak lagi hidup dan berkuasa. Akan tetapi masa depan tidak ada di tangan kita. Masa depan ada dalam tangan orang lain dan terutama ada dalam tangan Tuhan.
Karena itu hal yang paling penting bagi kita adalah melakukan dengan sebaik-baiknya apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita dari hari ke hari pada saat sekarang ini. Amat bersyukur bila kita bisa mempersiapkan orang lain untuk menggantikan posisi kita. Akan tetapi masa kita untuk hidup dan bekerja dengan sebaik-baiknya hanya terjadi pada hari ini dan di sini. Inilah tanggung jawab kita yang pertama dan terutama. Orang siapa akan hidup dan bekerja sesudah kita, hal itu bukan lagi merupakan urusan dan tanggung jawab kita.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




