Seperti nabi Elia, kita mungkin menerima dan mengalami ancaman dari apa saja atau dari siapa saja. Karena mendapat ancaman, kita tentu amat normal bila kita merasa takut dan cenderung melarikan diri untuk bersembunyi. Namun tidak semua ancaman dihadapi dengan melarikan diri, tetapi dengan keberanian untuk menghadapi dan mengatasinya.
Hal yang terpenting ketika kita merasa takut karena ancaman tertentu adalah keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan. Kita tidak boleh hanya percaya diri dan mengandalkan kekuatan sendiri. Berhadapan ancaman yang melampaui kekuatan sendiri, kita harus percaya pada Kehadiran Tuhan dan menyerahkan diri kepada penyelenggaraan-Nya. Hal yang kita lakukan pasti bukan hal yang jahat atau urusan kepentingan kita sendiri, tetapi seperti Elia ‘bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan.’ Karena itu pasti Tuhan tidak akan meninggalkan kita sendirian saat kita menghadapi dan mengalami ancaman apa saja dalam hidup. Pasti Tuhan akan tetap mengatur upaya pembelaan dan penyelamatan bagi kita.
2). Kehadiran Tuhan
Dengan kehadiran Tuhan, Dia tidak mau menambah ketakutan pada manusia. Karena itu ketika ada angin besar dan kuat membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, Tuhan tidak datang pada saat itu. Begitu juga ketika ada gempa bumi dan api, Tuhan tidak muncul di sana. Tetapi begitu ada bunyi angin sepoi-sepoi basa, Tuhan baru datang. Gempa bumi, angin ribut dan api pasti menakutkan manusia. Tuhan tidak hadir untuk menakutkan manusia, tetapi untuk membuat manusia merasa tenang, aman dan nyaman dalam hidup.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




