Pada kesempatan itu, Arnoldianus Katung, akrab dipanggil Noldy, pengusaha muda sukses, memberi kesaksian dengan menyatakan bahwa usaha tempenya ini berkembang seperti sekarang ini yang mempekerjakan 4 orang perempuan dan 7 orang muda (laki-laki) dengan omset hampir ratusan juta per bulan tidak terlepas dari dorongan dan bimbingan Yayasan Ayo Indonesia, mereka membangun cara berpikir. Bahkan, cerita Noldy ia sering diminta Yayasan Ayo Indonesia menjadi narasumber untuk mengajak orang muda dan ibu-ibu di desa dampingannya untuk berbisnis, kita harus cepat menyesuaikan dengan perkembangan saat ini dengan cara membangun bisnis baik di bidang pertanian maupun peternakan.
“Saya bersedia untuk memberi motivasi kepada orang muda di Desa Poco Lia, agar mereka tidak boleh mengharapkan pada bantuan khususnya bantuan tunai dari Pemerintah, yang paling penting adalah kita minta bantuan dalam bentuk peningkatan kapasitas, pengetahuan, keterampilan dan fasilitas untuk berbisnis. Dukungan seperti ini dari pemerintah desa lebih penting daripada bantuan uang tunai. Dan kita juga harus bergabung menjadi Anggota Koperasi Kredit yang berbadan hukum,” ujarnya.
Pada akhir kegiatan para peserta dan Pemerintah Desa Poco Lia sepakat agar apa yang diperkenalkan, baik program/ kegiatan maupun pendekatan Pemberdayaan yang diterapkan oleh Yayasan Ayo Indonesia selama ini menjadi bagian dari kebijakan dan pendekatan pembangunan desa yang akan dimasukan ke dalam RKPDes dan APBDes tahun 2024.
Yayasan Ayo Indonesia dimintai untuk menjadi mitra kerja. Kemudian Pemerintah Desa Poco Lia, BPD, dan Wakil Kelompok tani muda/perempuan menandatangani dokumen komitmen yang isinya adalah program/kegiatan seperti yang telah dipresentasikan oleh Yayasan Ayo Indonesia pada pertemuan tersebut.***
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









