Isu-isu ini menjadi prioritas untuk diatasi, dikerjakan dan harus tercapai demi terwujudnya Visi Desa Poco Lia, “Terbangunnya Tata Kelola Pemerintahan Desa Yang Baik dan Bersih Guna Mewujudkan Desa Poco Lia yang Adil, Terbuka, Aman, dan Sejahtera” melalui misi meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Saya berharap pertemuan hari ini Yayasan Ayo Indonesia dan para peserta yang hadir bisa memberi masukan konstruktif. Tentu, dalam bentuk rumusan kegiatan konkrit yang dapat dijadikan program/ kegiatan dari Pemerintah Desa Poco Lia pada tahun 2023 atau tahun 2024,” pungkasnya.

Pada sesi presentasi terkait pengalaman Yayasan Ayo Indonesia dalam upaya pemberdayaan sosial ekonomi, khususnya terkait aksi mengatasi dampak perubahan iklim, Rikhardus Roden Urut, Manager Program, pertama-tama menjelaskan tentang situasi sosial di Manggarai Timur dimana jumlah orang miskin menurut data BPS tahun 2023 cukup tinggi sebanyak 74.55 ribu jiwa tahun 2022.
Selain itu, berkaitan dengan pangan, berdasarkan hasil Wawacara dan Focus Group Discusi (FGD) dengan 100 orang petani di 4 desa/kel. ternyata pada 5 tahun terakhir produksi padi cenderung menurun. Sedangkan hasil analisis data sekunder yang dirilis oleh BPS thn. 2023 menunjukkan bahwa produksi padi di Manggarai Timur mengalami penurunan sebanyak 11,82 persen.

Kemudian, hasil kopi dan cengkeh juga menurun drastis. Situasi ini, jelas Rikhard, menyebkan harga beras naik, dan pendapatan petani terus menurun, sementara pengeluaran semakin tinggi. Tidak sedikit kelurga-keluarga hidup dalam kondisi minus keuangan dan mereka tentu berpotensi menjadi kelompok masyarakat rentan terjebak pada pinjaman uang dengan bunga yang agak tinggi dan menjual aset tanah.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









