Kita memang sudah terbiasa untuk merakit kerjasama dalam membangun. Gotong royong itu manjur demi kemajuan. Itulah sebabnya banyak yang mesti dirayu demi koalisi. Bagaimanapun, sering kita tak senyap dalam solidaritas negatif abu-abu yang bergerilya ‘cari makan, cari untung, dan bikin gendut pundi-pundi diri sendiri.’ Hampir setiap oknum, kelompok, partai punya kisah tak sedapnya sendiri.
Karena itulah, tergambar jelas bahwa spontanitas semakin memudar. Yang ditakuti adalah kita seperti apanya kita. Kita malu dan gemetaran untuk melihat tubuh diri sendiri dengan segala kemaksiatan arus politiknya.
Di persimpangan inilah kita mesti bersyukur bahwa ternyata masih ‘ada sisa-sisa suara kenabian,’ yang bergelora dalam jiwa raga Ibu Pertiwi. Yang sedang bersusah hati. Air matanya berlinang. Tak terbendung.
Kini anak-anak negerinya sendiri, iya kita-kita ini, mesti menyekanya penuh lembut dan damai.
Lalu segera berikrar janji dalam ikatan benang kasih sayang etika merah putih. Demi kembali pantang menyerah membangun NEGERI. Dalam rentang arus jalan sejarah. Yang mesti kita pelajari penuh makna. Dalam ketulusan nurani….
Verbo Dei Amorem Spiranti
Collegio San Pietro
Roma
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



