Sendal Seribu, Bangkit dan Mengangkat Muka!

“Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”

Bangkit dan Mengangkat Muka!

“HIDUP adalah sebuah kisa tentang bangkit ketika jatuh mengangkat muka di depan masalah, bukan menunduk dan mengaku kalah bahkan harus menyerah di hadapan setiap masalah dan penderitaan yang kita hadapi.

Oleh karena itu, jangan biarkan hidup dihiasi oleh kemunafikan sebab, “Hidup munafik itu melelahkan! Kemunafikan tidak memiliki warna tapi ia bermain agak redup dan bergerak pelan-pelan seraya merayu dengan pesona kebohongan” [Paus Fransiskus].

Hiasilah hidup dengan penyerahan diri kepada ALLAH dan berani melihat jari jemari ALLAH sedang membentuk kita.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus
Selama kita memfokuskan diri pada penderitaan dan masalah yang kita alami di dalam hidup kita maka kita akan semakin lemah dan tak berdaya. Masalah dan penderitaan memang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita tetapi hal itu justru tidak membuat kita untuk memfokuskan diri pada masalah dan penderitaan ini.

Hidup itu mesti diperjuangkan dan dimenangkan. Kita harus berani keluar dari penderitaan dan reruntuhan serta rongkosan manusia lama akibat dosa dan pelanggaran kita yang membuat kita terpisah dari kasih Allah yang mengasihi kita tanpa pamrih. Hari ini, Yesus mengatakan bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat!

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih
Ketika kita terus tunduk dan meratapi masalah dan penderitaan yang kita hadapi maka selama itu juga masalah kita akan semakin besar dan kita pun tunduk kalah. Karena itu, kita tidak perlu lagi tenggelam dalam penderitaan dan masalah, pada reruntuhan manusia kita. Kita tidak perlu lagi merasa terpuruk oleh dosa dan kekurangan yang ada dalam diri kita saat ini. Jika kita masih memfokuskan diri pada aneka masalah yang ada dalam hidup kita saat ini, maka kita tidak bisa melihat hadirNya yang menyelamatkan kita, hadirNya yang membebaskan kita, hadirNya yang mengeluarkan kita dari situasi buruk ini. Kita harus berani bangkit [bangkit dari keterpurukan] dan mengangkat muka [mengarahkan pandangan pada DIA yang memberikan kekuatan kepada kita].

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel