Di ziarah hidup-kisah dan diri kita sendiri yang ‘bersinar dan redup’ silih berganti, Gereja memanggil Umat Beriman ke dalam Peziarahan Harapan. Di dalam Iman akan Tuhan selalu ada Harapan yang membebaskan dan tak mengecewakan. Sungguh! ‘Spes non confundit’, Harapan tidak mengecawakan (Roma 5:5).
Hari-hari ini Umat Beriman lewati ‘Pintu Suci – Porta Santa’ dalam potret Peziarahan Harapan itu. Pintu Suci kita lewati untuk menjumpai dan bersimpuh di hadapan Allah yang maharahim. Iya, demi dirangkul dan dipeluk Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Sungguh, Pintu Suci mesti kita lewati. Pintu Suci itu adalah cara simbolik kita ‘mengalami Yesus, Tuhan. Dialah “pintu” menuju keselamatan (Yoh 10:9).
Mari kita berkontemplasi sekadarnya. Jauh di sudut sana, dari Basilika-Basilika megah di kota Roma, dan dari Kathedral Keuskupan, masing-masing keluarga (besar) di satu Paroki berinisiatif untuk lewati ‘Pintu Rumah Keluarga’ sendiri. Semuanya seadanya di dalam doa penuh iman, kasih dan harapan. Demi mengalami sungguh Kasih Persaudaraan, saling mendoakan dan memberkati. Dan di atas semuanya mengalirlah arus kasih saling mengampuni!
Tahun Yubileum adalah momentum kita alami pengampunan dari Tuhan, yang lalu dinyatakan dalam saling mengampuni itu. Agar dijauhkan dan dibebaskan dari ‘segala tidak baku enak dan ribut-ribut’ dalam kebersamaan. Tahun Yubileum memanggil kita untuk mengalami Kasih dan Kerahiman Tuhan. Serentak kemudian kembali mengutus kita untuk berbelaskasih. Untuk saling memaafkan dan mengampuni. Dalam berjabat tangan dan merangkul, yang tak mungkin terjadi sekiranya tangan kita masih tetap terkepal…
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






