Nasrudin kedatangan seorang wanita yang menangis karena suaminya sakit batuk yang tidak sembuh-sembuh. “Tolonglah Tuan, bagaimana caranya batuk suami saya bisa sembuh.” “Bawalah 1 gelas air minum bening ini dan berikan kepada suamimu, pasti sembuh.” Kata Nasrudin. Wanita itu dengan hati-hati membawa air segelas itu dan memberikannya kepada suaminya. Beberapa minggu kemudian, wanita itu datang lagi sambil marah-marah. “Suamiku tidak sembuh batuknya, tetapi malah mati. Tuan itu pembohong besar!” “Maaf bu, soal mati itu bukan wewenang saya, sebab ajal ada di tangan Tuhan. Saya hanya katakan bahwa dengan air itu batuk suamimu sembuh.” “Tapi kenyataannya, suami saya mati” kata wanita itu. “Sabar Bu, apa sesudah mati suami ibu masih batuk?” “Tidak, mana ada orang mati batuk.” “Nah itu ‘kan, batuknya sudah sembuh! Mati itu urusan Tuhan” {ngopibareng.id: Dua Himah Humor Sufi: Penyakit dan Takdir Tuhan, Internet, Garut, 14/5/2022}.
Bila kita saling memuliakan dalam hidup, kita mesti saling mengasihi dengan membantu orang yang amat membutuhkan meskipun dengan hal-hal kecil dan sederhana seperti segelas air minum. Apakah orang meninggal dunia sesudahnya, itu adalah urusan Tuhan. Perhatian dan bantuan sekecil apa pun pada saat seseorang menghadapi sakrat maut amatlah berarti dan bernilai bagi orang yang meninggal dunia.
Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




