Cepat, Lugas dan Berimbang

Saling Memuliakan dalam Hidup

Pertanyaannya, apa jalan untuk mencapai relasi yang positif atau bagaimana caranya untuk membangun dan mengalami hubungan yang saling memuliakan ini? Jalan atau caranya adalah kasih dan mengasihi. Maka sesudah berbicara mengenai hubungan saling memuliakan dengan Allah Bapa-Nya, Tuhan Yesus lalu berkata kepada rasul-rasul-Nya dahulu dan kepada kita murid-murid-Nya zaman ini: “Aku memberikan perintah baru kepadamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi” (Yoh 13: 34).

Inti dari kasih dan mengasihi adalah fokus pada kebaikan orang lain, dan bukan hanya fokus pada kebaikan diri sendiri. Diri sendiri baik, orang lain juga baik. Orang lain baik, diri sendiri juga baik. Dalam bahasa Yesus, mengasihi diri sama dengan mengasihi sesama. Mengasihi sesama sama dengan mengasihi diri sendiri.

Karena itu Santo Agustinus menegaskan: “Jangan engkau menganggap dirimu rendah, hai para pria: Anak Allah datang mengambil rupa seorang laki-laki. Jangan engkau menganggap dirimu rendah, hai para wanita: Anak Allah lahir dari seorang perempuan. Lantas siapakah yang dapat merendahkan dirinya jika Anak Allah sendiri berkehendak untuk menjadi seorang yang rendah hati bagi kita” [Santo Agustinus (354-430) –Taize].

Orang yang tahu kasih dan tahu mengasihi amat rendah hati dan bahkan mau rendah diri dan mau merendahkan diri, tetapi ia tidak pernah merendahkan atau meremehkan orang lain. Dengan kasih tanpa merendahkan orang lain, kita dapat saling memuliakan dalam hidup di dunia ini.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN