Inilah puasa yang sungguh dikehendaki oleh Allah. Tidak sekadar berkata puasa tapi berani untuk menunjukkannya dalam kehidupan setiap hari.
Menjalankan Puasa
Puasa kita membebaskan kita dari belenggu kesombongan dan ingat diri sendiri. Puasa membebaskan kita dari kecenderungan diri sendiri. Dan, inilah waktunya kita berpuasa (bdk Mat. 9:15), waktu untuk menunjukkan belas kasih Allah lewat perbuatan kita. Yesus, Wajah Kerahiman Allah yang kelihatan telah menunjukkan belas kasihNya dengan membebaskan kita dari belenggu dosa, memberikan kita makanan berupa TubuhNya sendiri, memberikan kita pakaian baru yang menjadikan kita anak-anak Allah. Kini, tugas kitalah untuk menunjukkan belas kasih Allah itu lewat perbuatan hidup kita setiap hari.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam Kristus,
Mari kita kembali ke dalam keluarga dan komunitas kita saat ini. Kita membebaskan anggota keluarga dan komunitas kita dari belenggu kegelapan. Dan, cara hidup yang penuh dengan dosa bukan sebaliknya kita malah semakin mengikateratkan mereka dalam belenggu dosa dengan memberikan hujatan, gosip dan menghakimi.
Lalu, Kita juga harus bisa menumbuhkan semangat untuk berbagi kepada sesama saudara kita yang ada di sekitar kita. Kemudian, Kita perlu isi masa tobat kita ini dengan sikap Belas Kasih. Jangan pernah ragu dan takut untuk berbelas kasih kepada sesama.
Puasa adalah usaha kita untuk membebaskan diri dari kegelapan dosa agar terang kita bercahaya bagi diri sendiri dan sesama serta demi kemuliaan tuhan.
Puasa bukan meredupkan belas kasih tetapi membuat belas kasih semakin bercahaya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





