Jumat, Sesudah Rabu Abu
Yes. 58:1-9a; Mzm. 51:3-4,5-6a,18-19; Mat. 9:14-15
[Thn. VI-SS/63/3/2022]
Pastor Riano Tagung, Pr
Marilah kita berdoa:
Tuhan, Pangkal dan Tujuan kegiatan kami, terangilah budi kami dalam merencanakan pekerjaan kami. dampingilah kami dalam melaksanakannya dan berilah rahmatMu untuk menyelesaikannya dengan baik. Amin.
Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata, “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
Puasa Yang Membebaskan!
Masa ini adalah masa berahmat, masa di mana kita memberikan diri kita kepada Kehendak Allah, dengan sedikit menarik dari kebiasaan dan keinginan diri supaya kehendak Allah menjadi nyata di dalam hidup kita.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Setiap orang mempunyai cara tersendiri dalam mengisi masa tobat ini. Dalam semangat kebebasan sebagai anak-anak Allah, hendaknya masa tobat ini dimaknai dengan penuh iman agar segala usaha dan niat baik kita untuk bertobat, berbenah diri, dari manusia lama ke manusia baru, manusia Yesus Kristus, dapat kita jalani dengan penuh kesetiaan.
Memaknai Puasa
Nabi Yesaya dalam bacaan pertama (Yes 58:1-9a), dengan tegas mengatakan bahwa puasa yang dikehendaki oleh Allah adalah puasa yang membuahkan belas kasih bagi sesama.
Tanpa belas kasih kepada sesama yang mengiringi tobat dan puasa kita, maka kita akan kehilangan arti dan makna dari puasa. Belas kasih itu harus nampak dalam sikap mau membebaskan sesama dari belenggu kelaliman; sikap membagi-bagikan makanan kepada mereka yang sangat membutuhkan; sikap memberi pakaian kepada mereka yang telanjang dan tidak pernah menyembunyikan wajah kepada saudara yang sedang membutuhkan bantuan kita.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





