Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Doa, tobat, puasa, pantang dan beramal hendaknya menjadi aksi kita di masa Prapaskah ini. Kita harus mengisi masa penuh rahmat ini, masa retret agung ini dengan semakin mendekatkan diri kepadaNya, membenah diri lebih dalam dan sungguh-sungguh (tulus), menanggalkan cara hidup yang lama, dan membagi kasih kepada sesama saudara kita terutama mereka yang miskin, menderita, sengsara pun termasuk di dalamnya adalah mereka yang memusuhi atau membenci kita. Agar dapat bertindak demikian, kita harus membiarkan diri kita lebih banyak mendengarkan DIA yang sedang berbicara kepada kita. Oleh karena itu, usaha untuk mendengarkan DIA dengan sungguh dibutuhkan iman yang teguh, seperti yang dialami oleh Abraham dalam bacaan pertama (Kej 15: 6).

Abraham percaya kepada apa yang Allah sampaikan kepadanya dan Allah memerhitungkan itu sebagai kebenaran. Agar iman kepada Allah semakin teguh kita harus bisa selama masa prapaskah ini untuk berdiri teguh dengan penuh sukacita di dalam Tuhan. Hanya dengan cara demikian, kita akan dimampukan untuk mendengarkan apa yang ingin disampaikanNya kepada kita melalui Yesus PuteraNya.
Sebab itu DIA berkata, “Inilah AnakKu yang Kupilih, Dengarkanlah DIA!” (Luk 9:35). Kita harus lebih banyak menghabiskan waktu selama masa Prapaskah ini dengan mendengarkan SabdaNya setiap hari yakni meningkatkan membaca dan merenungkan Sabda Allah (Kitab Suci). Tidak hanya itu, kita harus bisa menghabiskan waktu lebih sering bersamaNya dalam doa-doa pribadi kita agar apa yang kita lakukan sungguh lahir dari pengalaman akan kasih Allah yang mengasihi kita.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




