Materi promosi kesehatan menurutnya harus mencakup: pengertian anemia, gejala, penyebab, dampak, sumber makanan kaya zat besi dan asam folat, hingga efek samping suplemen.
“Kesehatan ibu hamil adalah tanggung jawab bersama. Mari kita bangun generasi bebas anemia dengan edukasi yang benar dan akses gizi yang cukup,” tutupnya.
Sikap yang Tidak Mendukung Pengobatan
Selain kurangnya pengetahuan, sikap ibu hamil terhadap anemia juga memengaruhi keberhasilan pencegahan penyakit ini. Banyak ibu hamil yang enggan mengonsumsi suplemen zat besi karena efek samping seperti mual atau karena menganggapnya tidak penting.
“Masih ada ibu hamil yang menolak minum tablet tambah darah karena takut efek samping, atau merasa tidak butuh karena merasa sehat,” ungkap Dionesia Octaviani Laput, SST., M.Kes, salah satu dosen pembimbing yang hadir dalam seminar hasil skripsi tersebut.
Pentingnya Edukasi dan Pendampingan
Paskalinda M. Y. Bandur, S.Tr.Keb., M.K.M, dalam pemaparannya juga menjelaskan hal yang senada tentang pemahaman akan Anemia.
“Tenaga kesehatan harus lebih aktif menjelaskan secara sederhana apa itu anemia dan kenapa penting mencegahnya sejak awal kehamilan,” tegasnya.
Anemia Masih Jadi Masalah Kesehatan Masyarakat
Anemia pada ibu hamil masih merupakan masalah kesehatan masyarakat, terutama di daerah pedesaan.
Berdasarkan standar WHO, angka anemia pada ibu hamil tidak boleh lebih dari 20%, namun di beberapa wilayah angkanya jauh melebihi standar tersebut.
dr. Yohana Joni, Sp.OG, dokter spesialis kandungan, hadir sebagai Pemateri kunci dalam kuliah pakar ini.
Ia menjelaskan bahwa Anemia bisa menjadi dapat menjadi salah satu faktor resiko kematian ibu saat persalinan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






