Ruteng, infopertama.com – Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Berkelanjutan (INOPTAN) Seri 4 Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng pada Senin, 19 Januari 2026, menegaskan urgensi integrasi inovasi teknologi dan pengolahan hasil ternak sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan nasional.
Seminar yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan gagasan kritis tentang pemanfaatan sumber daya lokal untuk menjawab tantangan impor pangan dan persoalan gizi.
Salah satu ide strategis muncul dari Prof. Ir. Juni Sumarmono, MSc., PhD., akademisi Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Dalam paparannya, Prof. Juni mengajak publik melihat susu kambing melampaui fungsi tradisionalnya sebagai bahan pangan segar.
Ketergantungan Impor Susu Jadi Alarm Kemandirian Pangan
Melalui materi berjudul “Beyond Fresh Milk: Inovasi Pengolahan Susu Kambing untuk Akselerasi Pemenuhan Gizi dan Kemandirian Pangan Lokal”, Prof. Juni menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor susu sapi yang telah melampaui 70 persen kebutuhan nasional.
“Ketergantungan impor susu sapi menjadi alarm serius bagi kemandirian pangan kita. Padahal, Indonesia memiliki populasi kambing perah lokal yang besar dan belum dikelola secara optimal,” tegas Prof. Juni di hadapan peserta seminar itu.
Ia menjelaskan bahwa susu kambing memiliki keunggulan biologis, terutama dari sisi daya cerna. Struktur globula lemak yang lebih kecil serta dominasi protein β-casein (A2) menjadikan susu kambing lebih ramah bagi sistem pencernaan dan menurunkan risiko alergi maupun intoleransi laktosa.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





