Suplemen Tablet Tambah Darah (TTD) dan Cara Konsumsi yang Benar
Dalam sesi berikutnya, Dionisia membahas pentingnya suplementasi zat besi, khususnya dalam bentuk Tablet Tambah Darah (TTD) yang menjadi program nasional untuk remaja putri dan ibu hamil.
“Tablet Tambah Darah yang mengandung minimal 60 mg zat besi dan 400 mcg asam folat wajib dikonsumsi rutin. Ini bukan hanya mencegah anemia, tetapi juga membangun cadangan zat besi dalam tubuh,” terang Dionisia.
Namun, ia juga mengingatkan agar TTD tidak dikonsumsi bersamaan dengan teh, kopi, susu, tablet kalsium dosis tinggi, atau obat maag karena dapat menghambat penyerapan zat besi.
Sebaliknya, buah-buahan tinggi vitamin C seperti jeruk, jambu biji, dan pepaya disarankan dikonsumsi untuk meningkatkan penyerapan zat besi.
Tanggap terhadap Penyakit Penyerta
Dionisia juga menyampaikan bahwa anemia bisa menjadi lebih kompleks jika disertai penyakit lain seperti Kurang Energi Kronis (KEK), kecacingan, malaria, tuberkulosis (TBC), dan HIV/AIDS.
“Ibu hamil dengan penyakit penyerta harus segera ditangani di fasilitas kesehatan. Obat cacing setiap 6 bulan, skrining malaria, dan terapi OAT untuk TBC wajib dilakukan,” katanya.
Ia menekankan bahwa puskesmas harus menjadi pusat skrining dan pengobatan bagi ibu hamil yang menunjukkan gejala penyakit penyerta.
Promosi Kesehatan: Edukasi dan Keterlibatan Keluarga
Dionisia memaparkan bahwa promosi kesehatan tidak boleh terlepas dari strategi penanganan anemia. Ia merujuk pada Permenkes No.74 tahun 2015, yang menekankan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi.
“Promosi kesehatan harus menyasar ibu hamil, keluarga, bahkan kelompok di sekolah. Gunakan media seperti leaflet, alat peraga makanan, dan diskusi kelompok agar informasi lebih mudah dipahami,” jelasnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






