Perpisahan yang Mengharukan

Dari peristiwa perpisahan yang dialami oleh Paulus ini, ada dua pikiran penting yang berguna bagi kehidupan kita.

1). Bersatulah Sehati Sepikir

Pada umumnya kita menginginkan agar kita tetap bersatu dan tinggal bersama dengan orang lain, atau dengan keluarga kita. Keinginan untuk tetap bersatu dan tinggal bersama pada dasarnya merupakan sebuah tanda yang baik, sebab bersatu dan tetap bersatu adalah panggilan dasar manusia. Allah merencanakan dan menghendaki agar manusia bersatu dan tinggal bersama.

Inilah inti doa Yesus kepada Bapa-Nya. “Ya Bapa, Aku berdoa … supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita” (Yoh 17: 5.20-21). Allah Bapa dan Yesus bersatu dan tinggal bersama. Bapa tinggal di dalam Yesus dan Yesus juga tinggal di dalam Bapa.

Persatuan antara Bapa dan Tuhan Yesus ini merupakan kehendak dan rencana ilahi bagi manusia. Dengan kata lain, kehendak dan rencana Allah adalah agar manusia bersatu dan tinggal bersama sebagaimana Allah Bapa bersatu dengan Yesus Allah Putera.

Rasul Paulus menegaskan hal yang sama: “Aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir” (1Kor 1: 10).“Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu dengan tubuh” (Kol 3: 15). Kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus, tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain” (Rm 12: 5).

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel