Pastoral Diakonia dalam Semangat Jalan Bersama

Pastoral Diakonia
Sinode IV Keuskupan Ruteng di Wae Lengkas

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada anak-anak dan kaum muda. Mereka perlu dibekali dengan literasi keuangan, literasi membaca dan menulis, numerasi, serta literasi pastoral. Bekal ini penting agar mereka mampu menghadapi perubahan zaman dengan bijaksana, tidak mudah terjebak dalam berbagai pengaruh negatif, serta tumbuh menjadi generasi yang tangguh secara jasmani, cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara rohani.

Semua upaya ini harus berakar pada Ekaristi. Dari meja Ekaristi kita belajar tentang kasih, solidaritas, persaudaraan, dan pengorbanan. Ekaristi yang kita rayakan tidak boleh berhenti di altar, tetapi harus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan nyata yang membela martabat manusia, mengangkat yang lemah, mendampingi yang menderita, dan menghadirkan harapan bagi sesama.

Pada akhirnya, tujuan diakonia bukan hanya membantu umat bertahan hidup, tetapi menghadirkan kehidupan yang lebih utuh dan bermartabat. Kita dipanggil untuk membangun umat yang sejahtera secara ekonomi, sehat secara emosional, harmonis dalam relasi sosial, serta kokoh dalam iman. Dengan demikian, Gereja sungguh menjadi rumah bersama yang menghadirkan terang Kristus di tengah dunia.

Marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri: apakah masih ada keluarga yang menangis dalam kesendirian tanpa kita kunjungi? Apakah masih ada anak yang kehilangan harapan tanpa kita dampingi? Apakah masih ada orang sakit, lansia, penyandang disabilitas, ODHA, keluarga miskin, atau mereka yang tersingkir yang belum sungguh merasakan kehadiran Gereja? Pertanyaan-pertanyaan ini mengajak kita keluar dari kenyamanan dan membuka hati bagi sesama.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel