Pastoral Diakonia dalam Semangat Jalan Bersama

Pastoral Diakonia
Sinode IV Keuskupan Ruteng di Wae Lengkas

Karena itu, semua yang telah dibaptis dipanggil untuk memiliki hati seperti orang Samaria yang baik hati. Tidak boleh ada anggota Gereja yang dibiarkan berjalan sendiri ketika menghadapi kesulitan hidup. Diakonia adalah tanda kehadiran Allah yang membawa harapan, menghibur yang terluka, menguatkan yang lemah, dan mengangkat martabat manusia.

Dalam semangat tersebut, Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan seluruh kelompok kategorial perlu semakin mendalami dan mengembangkan pelayanan diakonia. Perhatian khusus perlu diberikan kepada umat yang rentan, terutama di paroki-paroki urban yang menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks. Gereja perlu semakin peka terhadap keluarga miskin, lansia yang hidup sendiri, penyandang disabilitas, anak-anak yang kehilangan pendampingan orang tua, pekerja migran beserta keluarganya, serta mereka yang mengalami gangguan kesehatan mental, kekerasan, dan berbagai bentuk keterasingan sosial.

Namun pelayanan diakonia tidak dapat dijalankan sendiri. Semangat jalan bersama mengajak Gereja membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), lembaga pendidikan, koperasi, dunia usaha, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat.

Kerja sama ini penting agar pelayanan yang diberikan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga mampu menghadirkan perlindungan, pendampingan, pemberdayaan, dan perubahan yang berkelanjutan. Dengan demikian, DPP tidak hanya menjadi penggerak kehidupan menggereja, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan umat dengan berbagai sumber daya dan peluang yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel