Petrus dan kawan-kawannya, tegasnya, adalah saksi hidup atas seluruh hidup dan karya Yesus. Para rasul itu dipilih oleh Yesus sendiri sebagai saksi-saksi mata kehidupan-Nya di tengah masyarakat serta kebangkitan-Nya. Sebab para rasul itulah yang dapat memasuki misteri-Nya dan menjadi pewarta-pewarta-Nya. Kaum beriman (kita anggota Gereja) menerima kesaksian itu yang sekaligus menafsir Kitab Suci dan melanjutkan karya pewartaan itu. Gereja dipanggil untuk bergabung dengan para rasul atas kesaksian pengalaman itu.
Oleh sebab itu, jelas Pater Kris, Santu Paulus mengajak umat Kolose dalam bacaan kedua, bahwa setelah dibangkitkan bersama Kristus, umat diajak untuk mengarahkan segala usaha kepada alam hidup Kristus. Kita diajak untuk mengarahkan perhatian kepada harta surgawi, bukan kepada hal-hal duniawi belaka. Bahkan karena pengenalan kita akan Kristus, kematian kita sudah disembunyikan di dalam Allah bersama Kristus yang hidup. Artinya, kebangkitan Tuhan, menjadi kebangkitan kita; kehidupan Kristus telah menjadi kehidupan kita; kekayaan Kristus telah meretas kemiskinan kita. Inilah kehidupan iman kita yang bertumbuh dalam proses dari pengalaman-pengalaman sehari-hari.
Lebih jauh Pater Kris menjelaskan, Pertumbuhan iman akan Kristus yang bangkit tidak terjadi secara serta-merta, melainkan bertumbuh dan berkembang dalam proses yang terkadang ada tantangan dan keraguan, terkadang sangat bersemangat tapi juga ada kelesuan; ada tawaria tapi juga ada tangisan cucuran air mata. Tetapi seperti Yesus sendiri sudah mengatakan, barangsiapa yang bertahan sampai akhir, dia akan menerima mahkota kebahagiaan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







