Waktu naik ke atas masing-masing memegang telur ayam. Nasrudin masih di dalam kolam dan tidak bawa telur seperti Raja dan para menterinya. Nasrudin langsung naik ke atas, berkokok keras sekali seperti ayam jantan “kukkuruyuk Saya ayam jantan, jadi tidak bertelur. Sedangkan Raja dan para menteri adalah ayam betina semua.” Raja menjadi malu, sehingga Nasrudin bebas {Humor Sufi: ngopibareng.id}.
Raja dalam kisah di atas sungguh amat keterlaluan. Dia menjebak Nasrudin untuk melakukan hal yang mustahil terjadi. Bagaimana mungkin manusia bisa bertelur. Tuhan saja tidak membuat manusia seperti itu. Untung saja Nasrudin yang diuji coba. Seandainya orang lain, berapa banyak orang mati bodoh, hanya karena kekuasaan dan nafsu Raja yang tidak sehat itu.
Kita tidak mempunyai cinta kasih yang tulus dan jujur, bila kita mempermainkan atau menjebak atau memperdaya orang lain untuk masuk di dalam perangkap kematian. Mungkin saja kita memiliki kekuasaan dan dorongan pribadi yang tidak sehat. Tetapi hal ini tidak boleh menggiring orang lain (sesama) kepada kehancuran dan kebinasaan. Kasih sejati mesti membawa orang lain pada hidup yang kekal, mulai dari dunia ini dan mulai di dunia ini.
Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





