Cepat, Lugas dan Berimbang

Manajemen Keuangan Petani Manggarai Dinilai Besar Pasak Daripada Tiang

Ruteng, infopertama.com – Pengeluaran keuangan tahunan dari kebanyakan keluarga petani di perdesaan cenderung meningkat. Lantaran, pengeluaran untuk urusan sosial kemasyarakatan semakin besar. Padahal sumber pendapatan mereka (petani) tidak bertambah bahkan mengalami penurunan. Rikardus Roden menyampaikan ini ketika menjadi narasumber pada pelatihan melek keuangan bagi Kelompok Disabilitas Down Syndrom Sang Surya Desa Bangka Wade, Jumat (18/11/2022) di Kampung Wade, desa Bangka Wade kecamatan Wae Ri’i, Manggarai.

Rikardus menjelaskan bahwa melek keuangan harus menjadi pengetahuan dari setiap keluarga agar mereka (petani) mampu mengelola keuangan secara bijaksana. Di hadapan peserta pelatihan yang diselenggarakan oleh Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Yayasan NLR Indonesia itu, Rikardus juga mengingatkan agar para peserta memiliki kebiasaan menabung dan berpikir produktif untuk meningkatkan pendapatan sehingga keluarga-keluarga berkecukupan secara finansial.

Lahan sebagai asset harus produktif untuk meningkatkan pendapatan.
Setiap keluarga, jelas Rikhard mesti memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Keluarga (APBK) sebagai acuan atau pedoman dalam memaksimalkan pemanfaatan asset. Misalnya lahan untuk menjadi sumber pendapatan dan APBK juga bisa menjadi pengendali dalam membelanjakan uang. Baik untuk memenuhi kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder.

“Dengan cara seperti ini, kita akan mengatur keuangan dengan bijaksana, di mana kita harus mengeluarkan uang sesuai rencana atau kondisi keuangan. Tidak besar pasak daripada tiang, atau lebih banyak pengeluaran daripada pendapatan.”

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN