Cepat, Lugas dan Berimbang

Manajemen Keuangan Petani Manggarai Dinilai Besar Pasak Daripada Tiang

Butuh Kerjasama Suami Istri

Suami dan isteri, kata Rikardus harus bersama-sama menentukkan APBK dengan cara menulis. Menghitung semua jenis dan jumlah pendapatan dan pengeluaran dalam 1 tahun terakhir. Pada pos pengeluaran, menabung menjadi pengeluaran prioritas. Kemudian, susuli dengan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan. Sedangkan, kata Rikardus lagi, pengeluaran untuk urusan sosial kemasyarakatan dialokasikan sesuai kemampuan finansial yang ada. Jangan memaksakan diri mengeluarkan uang cukup besar urusan sosial kemasyarakatan.

Pada sesi identifikasi partisipatif tentang pengelolaan keuangan dan pendapatan keluarga selama ini saat pelatihan melek keuangan tersebut, ternyata mereka mengalami defisit angggaran. Terbukti setelah membandingkan antara pendapatan dan pengeluaran mereka selama setahun, hasilnya, pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Salah satu sumber pendapatan mereka adalah dari komoditi kopi dan pada dua tahun terakhir hasil kopi terus menurun. Kondisi ini memperburuk kondisi finansial mereka.

“Sumber pendapatan yang menurut mereka sebagai sumber pendapatan utama adalah menjadi buruh harian di kebun-kebun petani lain dan bekerja di proyek. Namun pada dua tahun terakhir kedua pekerjaan ini tidak selalu ada sehingga berpengaruh terhadap penghasilan atau pendapatan.” Beber Rikardus.

Padahal pengeluaran terus meningkat dan yang paling besar menurut mereka akhir-akhir ini adalah untuk acara pengumpulan dana pernikahan (kumpul kope). Dan, Pendidikan (wuat wai) yang diselenggarakan baik oleh keluarga inti, komunitas maupun sahabat atau kenalan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN