Sementara itu, Florianus Jebarus (45), Ketua Kelompok Disabilitas Desa Sang Surya Wade mengatakan pelatihan ini sangat penting bagi para peserta untuk mulai berpikir tentang cara meningkatkan pendapatan karena pengeluaran tahunan terlalu tinggi.

Florianus berharap anggota kelompok yang hadir bisa menerapkan apa yang telah disampaikan oleh narasumber, yaitu meningkatkan pendapatan dan menabung. Meningkatkan pendapatan dengan cara berusaha tani dan beternak babi.
“Kami bersyukur bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang cara mengelola keuangan. Sehingga paska pelatihan ini, kami akan mengadakan pertemuan kelompok untuk membuat rencana kerja kelompok terkait upaya kami untuk meningkatkan pendapatan melalui usaha hortikultura dan beternak babi. Oleh karena itu, kami meminta bantuan Yayasan Ayo Indonesia untuk mengajukan proposal bantuan ternak babi kepada pemerintah daerah untuk mendukung usaha kami ini,“ ujar Florianus salah satu penyandang disabilitas di Desa Persiapan Bangka Wade.
Sedangkan Adolfus Baru, SH penjabat Kepala Desa Persiapan Bangka Wade ketika menyampaikan kata sambutan untuk menutup kegiatan pelatihan tersebut menegaskan agar para peserta pelatihan setelah ini langsung pada aksi. Terutama untuk upaya meningkatkan pendapatan dengan menanam sayur-sayuran dan beternak.
“Percuma kita mengikuti pelatihan jika tidak ditindaklanjuti dengan aksi nyata di kebun. Selaku pemerintah saya sangat mendukung jika bapak ibu serius berusaha di pertanian hortikultura dan harus bekerjasama. Kita bekerja fokus sesuai anggaran keluarga kita masing-masing. Karena pengeluaran rutin atau wajib kita setiap tahun, baik untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga maupun untuk urusan sosial kemasyarakatan cukup besar maka upaya meningkatkan pendapatan menjadi prioritas,“ pungkas Adolf.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







