infopertama.com – Dalam 12 jam pertama serangan Amerika Serikat ke Iran, 900 rudal diluncurkan dari laut dan udara. Sementara Israel mengerahkan 200 jet tempur untuk menjatuhkan hingga 1.200 rudal dan bom ke Iran. Dari semua bom dan rudal Israel, 30 dijatuhkan ke kantor Ayatollah Ali Khamenei.
Hingga Minggu (1/3/2026), gelombang serangan AS-Israel dan pembalasan belum berhenti. Selain Israel, rudal dan pesawat nirawak Iran diarahkan ke pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah. Sebagian pangkalan itu bergabung dengan bandara dan pelabuhan sipil.
Iran juga menyasar hotel dan lokasi lain yang jadi tempat penampungan para tentara AS di berbagai kota di Timur Tengah. Para tentara itu diungsikan dari pangkalan-pangkalan AS dari Bahrain sampai Jordania.
Rudal dan bom Israel mulai meledak di Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Hari itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menggelar rapat bersama sejumlah petinggi Iran di kantornya di Teheran, Iran.
Media AS, The Wall Street Journal, melaporkan, Israel mendapat informasi soal rapat itu. Informasi itu menjadi salah satu alasan AS-Israel melancarkan serangan.
Di lokasi rapat itu, menurut The Jerusalem Post, Israel menjatuhkan 30 bom. Militer Israel, Tzahal, menjatuhkan total 1.200 bom dan rudal ke Iran dalam dua hari serangan.
Dalam 90 menit sejak gelombang serangan AS-Israel, Iran mulai membalas. Sepanjang Sabtu, hampir 400 rudal Iran dan setidaknya 200 pesawat nirawak diarahkan ke Israel dan pangkalan AS di kawasan. Dari seluruh rudal itu, setidaknya 150 diarahkan ke Iran.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











