”Pencegat rudal adalah masalah besar, khususnya pencegat rudal balistik. Kita menggunakan pencegat lebih cepat dari kemampuan membuatnya,” kata peneliti senior di Stimson Center, Kelly Grieco, kepada Bloomberg.
AS-Israel, katanya, harus segera melumpuhkan Iran kalau tak mau kehabisan amunisi. Sejak sebelum serangan dimulai, para jenderal AS sudah risau dengan keterbatasan amunisi, khususnya amunisi untuk pertahanan.
Pada Juni 2025, AS menghabiskan 150 dari 650 rudal untuk Penangkis Rudal Ekstra Tinggi, THAAD, untuk melindungi Israel dari serangan balasan Iran. Setiap rudal harganya 15 juta dolar AS.
Israel juga mengandalkan David Sling dan Iron Dome untuk arhanud jarak menengah dan dekat. Walakin, selama menyerang Iran pada Juni 2025, Iron Dome tak berdaya menghadapi rudal dan pesawat nirawak Iran.
Israel harus mengandalkan roket yang ditembakkan dari pesawat tempur AS dan Jordania untuk menjatuhkan aneka pelantar pembalasan Iran. Dilaporkan FoxNews, kali ini pun jet tempur AS dan Jordania jadi tameng pokok Israel dari pembalasan Israel.
Kapal-kapal perang AS di Laut Arab hingga Laut Tengah juga meluncurkan rudal untuk menangkis serangan itu. Menurut FoxNews, AS memakai rudal SM-2 atau RIM-66, SM-3 atau RIM-161, dan SM-6 atau RIM-174 dalam serangan itu. RIM-161 merupakan rudal pertahanan di AEGIS, arhanud untuk kapal dan pesisir.
Seluruh rudal itu diluncurkan dari berbagai kapal perang dan pesawat tempur. Tzahal mengumumkan mengerahkan 200 jet tempur untuk menggempur 500 lokasi di Iran pada Sabtu saja.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











