Tzahal tak menyebut jenis pesawat yang dipakai. Walakin, berbagai media Israel menyiarkan video F-15 dan F-35 bersiap terbang malam hari dari sejumlah pangkalan Israel. Jet-jet itu dinyatakan menyerang Iran.
Sementara AS mengerahkan F-16 di Jordania. Dari Israel dan kapal induknya, AS mengerahkan F/A-18 dan F-35 untuk menyerang Iran. Selain itu, dikerahkan pesawat serbu A-10C.
Selain pesawat tempur, dikerahkan pula pesawat pendukung. Ada pesawat Radar E-30 Sentry, pesawat tanker KC-46A Pegasus dan KC-135 Stratotanker, serta MQ-4C Triton.
Ada pula pesawat nirawak MQ-9A Reaper yang berfungsi sebagai pengintai dan penyerang. Israel juga mengerahkan sejumlah pesawat nirawak yang terbang sejak Jumat untuk mengintai Iran.
Iran membalas
Iran tak diam saja. Dalam 1,5 hari pembalasan, Iran telah menembakkan lebih 500 rudal dan pesawat nirawak yang tak terhitung jumlahnya. Gelombang pembalasan Iran kali ini lebih besar dibandingkan pembalasan Juni 2025.
Salah satu pusat radar utama AS di Qatar dihancurkan Iran. Kantor berita Iran, Tasnim, mewartakan keberhasilan menghancurkan radar FP-132 milik AS di Qatar yang memiliki jangkauan 5.000 kilometer.
Mantan Marinir AS dan inspektur senjata PBB, Scot Ritter, dalam laporan Al Mayadeen mengatakan, kehancuran stasiun radar FP-132 itu merupakan pukulan telak bagi AS-Israel. Radar tersebut sangat penting dalam sistem antirudal AS-Israel yang bisa bereaksi lebih cepat ketika ada serangan rudal Iran.
”Kini dengan kehancuran stasiun radar tersebut dan sejumlah teknologi yang dimiliki Iran, waktu reaksi bagi AS dan Israel semakin singkat. Di sisi lain, Iran dikabarkan memiliki rudal-rudal yang semakin canggih dari kecepatan mach 3 hingga mencapai mach 20 yang sulit dicegat sistem antirudal dari Iron Dome, David Sling, hingga Arrow,” kata Ritter.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











