Lebih dari 2.000 Rudal dan Bom AS-Israel Sasar Iran

Rudal
Dalam foto yang disiarkan Angkatan Laut Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026) ini terlihat rudal Tomahawk ditembakkan dari USS Spruance. Rudal itu adalah varian baru Tomahawk. (AFP/US NAVY/CENTCOM)

Dengan kehancuran radar tersebut, ujar Ritter, waktu reaksi AS-Israel yang tadinya dalam hitungan beberapa menit menjadi lebih singkat dalam hitungan beberapa puluh detik, yang tentunya rudal Iran sudah dalam posisi lebih dekat ke sasaran.

Kemandirian Iran

Kantor berita Iran, WANA, melaporkan tentang rudal Fattah-2 (Kemenangan) sebagai buah bibir di Timur Tengah. WANA mengklaim, Fattah-2 memiliki kecepatan mach 5 hingga mach 20. Jauh di atas kecepatan jet tempur yang mampu mencapai mach 2 (dua kali kecepatan suara). Itu sebabnya Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim rudal mereka dapat menjangkau Israel dalam hitungan maksimum 20 menit.

Salah satu keandalan Fattah adalah hulu ledaknya dengan mesin miniatur yang memberikan kemampuan manuver dalam fase akhir sebelum menghantam sasaran. Kondisi itu membuat pertahanan udara AS-Israel kewalahan untuk mencegat rudal Fattah-2 yang sedang menghunjam sasaran.

Setiap Fattah-2 membutuhkan biaya produksi 200.000 dolar AS. Jauh lebih murah dibandingkan Tomahawk.

Dalam laman Mathrubumi tanggal 28 Februari 2026 disebutkan Fattah-2 yang diperkenalkan November 2023 adalah generasi lanjutan Fattah-1. Fattah-2 adalah rudal hipersonik yang bisa menghindari perangkat pencegat.

Dengan hulu ledak hingga 200 kilogram, Fattah-2 bisa menjangkau sasaran di laut dan darat. ”Kami peringatkan jangan memulai apa yang Anda tidak bisa kendalikan,” kata Ebrahim Azizi, Kepala Komisi Keamanan Nasional Iran, kepada Reuters.

Iran juga mencontoh pesawat nirawak RI-170 Sentinnel dan bom GBU-57 buatan AS. Lalu Iran membuat rudal antitank berdasar rudal BGM-71 TOW buatan AS. Ada dugaan, Iran mendapat aneka senjata AS itu dari palagan perang Ukraina.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel