infopertama.com – Pemerintahan tidak pernah sekadar soal siapa yang memegang jabatan, berapa besar anggaran yang dikelola, atau seberapa banyak program yang dapat dibuat.
Pemerintahan pada akhirnya diuji oleh satu pertanyaan sederhana, tetapi sangat mendasar: apakah kehadiran pemerintah membuat kehidupan rakyat menjadi lebih baik?
Pertanyaan inilah yang menjadi ruh dalam Kuliah Umum bertema “Government Making untuk Kesejahteraan Rakyat”, yang menghadirkan Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam dan Ketua STPMD “APMD”, Sutoro Eko Yunanto.
Dua perspektif bertemu dalam ruang akademik: pengalaman pemerintahan di salah satu wilayah paling strategis secara ekologis dan geopolitik di Indonesia, serta tradisi pemikiran pemerintahan yang berkembang di kampus masyarakat, STPMD “APMD”.
Government making perlu dibedakan dari sekadar government administration. Administrasi pemerintahan berbicara tentang bagaimana organisasi negara bekerja sesuai prosedur. Sementara government making berbicara tentang bagaimana pemerintahan dibentuk, dihidupkan, dan diarahkan agar mampu menjawab persoalan konkret masyarakat.
Pemerintahan yang baik bukan pemerintahan yang paling banyak menghasilkan dokumen, tetapi pemerintahan yang mampu mengubah sumber daya publik menjadi kehidupan publik yang lebih bermartabat.
Dalam konteks Raja Ampat, gagasan tersebut memperoleh makna yang sangat kuat. Raja Ampat bukan hanya sebuah wilayah administratif. Ia adalah ruang hidup masyarakat, kawasan dengan kekayaan laut dan ekologis yang luar biasa, sekaligus wilayah yang memperlihatkan betapa rumitnya hubungan antara negara, masyarakat, sumber daya alam, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






