Ruteng, infopertama.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 15.534 gempa bumi susulan pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Manggarai. Dari jumlah tersebut, sebanyak 190 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
Data tersebut disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Frans Sales Lega (Frans Lega) Ruteng, Dinda Selviany Surya Labuh, dalam Rapat Evaluasi Tanggap Darurat Gempa Bumi 7,7 Flores yang berlangsung di Posko Bencana Gempa Bumi BPBD Kabupaten Manggarai, Senin (14/9/2026).
Rapat evaluasi tersebut dipimpin langsung Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit (sekaligus Ketua Satgas Penanganan Bencana Gempa Bumi Tektonik), dan dihadiri Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Brigjen TNI Mochamad Arief Hidayat, S.Sos., M.M, Ketua DPRD Manggarai, Paulus Peos, Kajari Manggarai Dr. Deddi Diliyanto, S.H., M.H, Kasat Intel yang mewakili Kapolres Manggarai, pejabat yang mewakili Dandim 1612/Manggarai, para kepala perangkat daerah Kabupaten Manggarai serta para Camat se-Kabupaten Manggarai.
Dalam pemaparannya, Dinda menjelaskan bahwa aktivitas gempa susulan secara statistik menunjukkan kecenderungan menurun. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dimaknai sebagai tanda bahwa gempa susulan akan segera berakhir.
“Secara statistik memang angka gempa susulan menunjukkan kecenderungan menurun. Tetapi ini bukan sebagai hitungan mundur bahwa akan ada hari terakhir gempa susulan,” jelas Dinda.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









