Ruteng, infopertama.com – Rombongan tim dokter dan relawan medis penanganan Gempa Flores dari Caritas Indonesia serta Caritas Keuskupan Ruteng menjadi korban aksi pengadangan dan penganiayaan di kawasan Sondeng, Manggarai, pada Minggu (13/9/2026).
Peristiwa mencekam tersebut terjadi saat tim tengah dalam perjalanan pulang usai memberikan layanan kesehatan dan psikososial bagi warga terdampak di Kampung Rengket, Desa Timbu, Kecamatan Cibal Barat.
Awal mula intimidasi jalanan ini terjadi sewaktu kendaraan yang mengangkut dua orang dokter, tiga mahasiswa Ners Unika Santu Paulus Ruteng, dan seorang sopir melintas di wilayah Watu Alo.
Di lokasi ini, seorang pengendara sepeda motor bertindak ugal-ugalan dengan menyalip dan meliuk-liuk berbahaya tepat di depan mobil tim relawan.
Demi menghindari kecelakaan, sopir relawan memilih menyalip kembali kendaraan tersebut untuk mengamankan posisi. Namun, pengendara motor itu membalas dengan kembali memacu kendaraannya mendahului mobil tim dan melaju kencang meninggalkan rombongan.
Aksi teror memuncak ketika mobil rombongan memasuki area Sondeng. Pengendara motor ugal-ugalan tersebut ternyata sudah bersiap menunggu di tepi jalan dan langsung melempari mobil relawan menggunakan batu. Berniat mengklarifikasi persoalan secara baik-baik, sopir dan relawan memutuskan turun dari kendaraan untuk menanyakan alasan tindakan berbahaya itu.
Niat damai tersebut justru disambut aksi kekerasan brutal ketika sekelompok orang—yang diduga rekan pengendara motor—tiba-tiba muncul dan mengeroyok petugas kemanusiaan tersebut.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











