Serangan mendadak ini menyebabkan seorang relawan mahasiswa Ners Unika Santu Paulus Ruteng dan sopir kendaraan menderita luka-luka hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Lapangan Ruteng. Beruntung, setelah mendapatkan penanganan medis darurat, kedua korban telah diperbolehkan rawat jalan dan kembali ke rumah masing-masing.
Ketua Caritas Keuskupan Ruteng, RD Beben Gaguk, membenarkan rentetan kronologi pengadangan yang menimpa jajarannya dan menyatakan kasus tindak pidana ini telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian sejak Minggu sore.
Via gawainya, RD Beben pada Senin (14/09) malam menegaskan bahwa kendati sempat diwarnai aksi kekerasan, seluruh dokter dan relawan kini dalam kondisi aman dan siap melanjutkan pelayanan kemanusiaan ke wilayah terdampak lainnya hingga 17 September 2026.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











