Evaluasi Tanggap Darurat, Kajari: Perpanjangan Harus Berbasis Data dan Kebutuhan Masyarakat

“Perpanjangan masa tanggap darurat sangat diperlukan, karena masih banyak hal yang perlu mendapat perhatian dan penanganan,” ujarnya.

Dandim Tekankan Gerak Cepat dan Sinergi

Sementara itu, Dandim 1612/Manggarai Letkol Arh. Amos Comenius Silaban, S.H., M.M melalui perwakilannya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai serta seluruh unsur yang selama ini bekerja sama dalam penanganan bencana gempa bumi. Dandim tidak dapat menghadiri rapat karena sedang melaksanakan tugas di Jakarta.

Menurutnya, sejak awal penanganan hingga saat ini, kerja sama dan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI serta seluruh unsur terkait telah berjalan dengan baik. Berbagai hambatan yang muncul di lapangan juga dapat diatasi bersama.

Ke depan, Dandim berpesan agar gerak cepat dan koordinasi dalam penanganan bencana terus ditingkatkan.

Kritik dan kendala yang masih ditemukan dalam pelaksanaan di lapangan, menurutnya, harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki penanganan pada tahap berikutnya.

“Kita semua juga merupakan bagian dari masyarakat yang terdampak bencana dan sama-sama mengalami situasi serta trauma akibat gempa. Karena itu, diperlukan kebersamaan, saling memahami dan saling mendukung dalam menghadapi kondisi ini,” pesan Dandim.

Bupati: Pola Penanganan Harus Berubah Menuju Pemulihan

Sementara itu, Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menekankan bahwa apabila nantinya penanganan bencana memasuki tahap transisi menuju pemulihan, kualitas dan komitmen pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang.

Menurut Bupati, yang perlu berubah bukan semangat pelayanan, melainkan pola dan pendekatan penanganan yang harus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel