Dalam bacaan injil, lanjut Pater Simon, Yesus menunjukkan semangat kerendahan hati, keterbukaan dan siap menerima orang-orang yang dianggap kecil dan tidak berarti dalam kehidupan bersama. Yesus mendorong para murid agar punya kepedulian, punya keprihatinan terhadap orang-orang kecil baik dari segi usia maupun kecil secara sosial ekonomi.
Saya kira semangat seperti ini juga penting, tegasnya, untuk kita yang bergulat di dalam dunia koperasi ini, karena kita hari – hari bergaul dengan begitu banyak orang. Ada yang berkecukupan, ada yang sangat sederhana, mereka hidup dari kerja hari itu, dan hal ini harus mendorong kita sebagai pegiat-pegiat koperasi untuk memberi perhatian dan peka terhadap kondisi-kondisi seperti itu. Sehingga, kita bisa mengajak bagaimana mereka bisa bergabung ke dalam koperasi dan membangun hidup bersama dengan semangat solidaritas. Kita harus punya kerendahan hati untuk bisa melihat apa yang mereka miliki dan mendorong mereka untuk bergabung, itu adalah bagian yang penting dalam pendidikan.
Kita percaya dari yang sedikit itu dengan rahmat dan berkat tuhan bisa berkembang. Dan, saya kira Florette dari awal dibangun, tentu tidak banyak orang yang bergabung, tidak banyak uang yang dikumpulkan saat itu, tetapi lihat sekarang anggotanya sudah banyak, 7.800 orang anggota, banyak sekali.
Ini membuktikan bagaimana Tuhan melimpahkan, menggandakan apa yang sedikit dulu. Tugas kita sekarang, adalah melayani anggota, bagaimana upaya kita agar koperasi ini terus bertumbuh dan berkembang tentu Tuhan ada di sana, Tuhan ikut terlibat menggandakan apa yang koperasi ini punya, apa yang anggota-anggota punya. Yang paling penting dalam melayani adalah hati yang memperhatikan dan hati yang peduli pada orang-orang di desa agar mereka bisa bergabung ke dalam koperasi kredit untuk membangun dan memperkuat semangat solidaritas demi terwujudnya kesejahteraan mereka bersama.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan