Tag: 22 Tahun CU Florette Berkarya

  • Kantor Baru KSP CU Florette Diresmikan, Jadi Koperasi Kredit Inklusi

    Ruteng, infopertama.com – Bangun rumah pertama senangnya luar biasa, bangun rumah kedua senangnya “pas-pas” karena itu tantangan untuk masuk ke masa kemapanan. Pernyataan ini disampaikan Bupati Manggarai Heribertus Nabit, pada acara peresmian kantor baru KSP Credit Union Florette, Jumat (1/12/2023) di Nekang.

    Saya kira dalam peresmian Kantor Baru KSP CU Florette hari ini, jelas Hery, sekaligus saya datang untuk mengingatkan supaya Florette makin mawas diri. Karena sudah masuk periode mapan, biasanya kalau mapan tenang-tenang mendayung, administrasi semakin banyak, dan anggota merasa semakin jauh.

    Tidak untuk terlalu waspada juga ini hanya sekedar mengingatkan. Sebagai Pemerintah, ujarnya, tentu kita berharap supaya pelayanan Koperasi Kredit CU Florette semaki luas. Makin luas dalam cakupan orang maupun makin luas dalam pengertian pemenuhan kebutuhan-kebutuhan masyarakat terutama anggota, dengan ini kebutuhannya makin beragam, makin tinggi jumlahnya, dan makin beragam jenisnya, dalam situasi, dimana masyarakat berkembang dengan sangat cepat.

    Masyarakat kita hari ini, terangnya, adalah masyarakat yang maunya gampang-gampang, apalagi kalau datang dari generasi kami (usia 40-an tahun). Kalau generasi di atas kami mungkin agak tahu sedikit harus merasakan ada sulitnya, ada susahnya, dan generasi kami ke bawah ini kalau bisa tidak ada sulit, dan susah.

    Kalau ada sulit, tutur Bupati Herry, pertanyaan kenapa ada sulit bukan bagaimana mengatasi kesulitan. Itulah masyarakat yang kita layani dan kita hadapi hari ini.

    “Saya berharap bahwa Kantor baru juga membawa semangat adaptasi yang baru. Sehingga diharapkan seluruh pengurus Forette hari ini, saya memberi satu tantangan penting. Saya minta koperasi-koperasi kredit di Manggarai termasuk Koperasi Kredit Florette menjangkau generasi X (40-56 tahun) dan Z (generasi umur 20 – 30-an tahun) diajak untuk masuk menjadi anggota Koperasi Kredit.” Pinta Suami Meldyanti Hagur itu.

    Dia juga menambahkan, “saya juga berharap bahwa koperasi-koperasi kredit sudah mempelajari cara-cara beradaptasi dan bagaimana untuk menarik generasi-generasi X dan Z. Sebab, mereka punya potensi, mereka banyak yang menjalankan bisnis online, mereka punya potensi pendapatan dan di Kota Ruteng dipenuhi anak-anak muda yang demikian.”

    Kalau koperasi masuk ke segmen ini, menurut saya akan sangat baik sekaligus masuk kepada sebuah proses pendidikan dimana generasi muda juga diajarkan untuk merencanakan pendapatan dan juga menyimpan sedikit demi sedikit. Tentu tidak dimaksudkan untuk meninggalkan pelayanan kita kepada Bapa Mama anggota di kampung-kampung. Saya senang KSP CU FLorette melayanani bapak mama anggota di 52 Tempat Pelayanan.

    Laman: 1 2 3

  • KSP CU Florette Sudah 22 Tahun Bangun Manggarai Raya, Pater Simon Tukan Pimpin Misa Syukur

    Ruteng, infopertama.com – Usia 22 tahun ini menjadi suatu usia yang membangkitkan kembali semangat kita untuk terus melayani dengan tulus hati, rendah hati, keterbukaan, dan semangat solider terhadap orang-orang yang telah bergabung ke dalam KSP CU Florette. Pernyataani ini disampaikan oleh Pater Simon Tukan, SVD secara lugas dalam homilinya ketika memimpin perayaan misa untuk mensyukuri atas Hari Ulang Tahun KSP CU Florette ke 22, Sabtu (19/8/2023), bertempat di Kantor KSP CU Florette di Rowang, Kelurahan Waso. Perayaan misa ini dihadiri oleh Para Pendiri, Badan Pengurus, Koordinator Tempat Pelayanan, dan staf managemen.

    Pada Bacaan pertama, kata Pater Simon dalam kotbahnya, Rasul Paulus menyampaikan kepada jemaat di Korintus untuk saling memberi apa yang mereka miliki bagi kehidupan bersama. Berapapun yang mereka beri itu sangat berarti, dan berguna bagi kehidupan. Seluruh pemberian mereka itu, merupakan injil dalam kehidupan bersama. Karena itu, satu-satunya hal yang tepat untuk dinyatakan berkaitan dengan pemberian-pemberian itu adalah mengucapan syukur kepada Tuhan atas semua yang telah diterima oleh mereka dalam kehidupan.

    Pengalaman yang sepetri ini, jelas Pater Simon selanjutnya, juga berlaku bagi kita yang bergulat di dalam kehidupan berkoperasi. Kita semua tahu bahwa Friedrich Wilhelm Raiffeisen, wali kota Flammersfield, memilih teks perbanyakan roti sebagai inspirasi atau dasar pemikiran untuk menyumbangkan atau melayani orang miskin di Jerman pada abad XIX, akibat peperangan banyak orang yang jatuh miskin. Lalu dia berpikir bahwa hanya orang miskin itu sendiri yang bisa menolong dirinya sendiri. Tidak bisa hanya masak terus makanan dan membaginya kepada mereka terus menerus.

    Laman: 1 2 3 4 5 6