Berita  

KSP CU Florette Sudah 22 Tahun Bangun Manggarai Raya, Pater Simon Tukan Pimpin Misa Syukur

IMG-20230820-WA0049
IMG-20230820-WA0052
IMG-20230820-WA0050

Ruteng, infopertama.com – Usia 22 tahun ini menjadi suatu usia yang membangkitkan kembali semangat kita untuk terus melayani dengan tulus hati, rendah hati, keterbukaan, dan semangat solider terhadap orang-orang yang telah bergabung ke dalam KSP CU Florette. Pernyataani ini disampaikan oleh Pater Simon Tukan, SVD secara lugas dalam homilinya ketika memimpin perayaan misa untuk mensyukuri atas Hari Ulang Tahun KSP CU Florette ke 22, Sabtu (19/8/2023), bertempat di Kantor KSP CU Florette di Rowang, Kelurahan Waso. Perayaan misa ini dihadiri oleh Para Pendiri, Badan Pengurus, Koordinator Tempat Pelayanan, dan staf managemen.

Pada Bacaan pertama, kata Pater Simon dalam kotbahnya, Rasul Paulus menyampaikan kepada jemaat di Korintus untuk saling memberi apa yang mereka miliki bagi kehidupan bersama. Berapapun yang mereka beri itu sangat berarti, dan berguna bagi kehidupan. Seluruh pemberian mereka itu, merupakan injil dalam kehidupan bersama. Karena itu, satu-satunya hal yang tepat untuk dinyatakan berkaitan dengan pemberian-pemberian itu adalah mengucapan syukur kepada Tuhan atas semua yang telah diterima oleh mereka dalam kehidupan.

Pengalaman yang sepetri ini, jelas Pater Simon selanjutnya, juga berlaku bagi kita yang bergulat di dalam kehidupan berkoperasi. Kita semua tahu bahwa Friedrich Wilhelm Raiffeisen, wali kota Flammersfield, memilih teks perbanyakan roti sebagai inspirasi atau dasar pemikiran untuk menyumbangkan atau melayani orang miskin di Jerman pada abad XIX, akibat peperangan banyak orang yang jatuh miskin. Lalu dia berpikir bahwa hanya orang miskin itu sendiri yang bisa menolong dirinya sendiri. Tidak bisa hanya masak terus makanan dan membaginya kepada mereka terus menerus.

Meski mereka itu tampak miskin, ujarnya, tetapi mereka sebenarnya punya sesuatu yang bisa dibagi-bagikan kepada satu sama lain untuk kehidupan mereka bersama. Dasar itulah yang kemudian dia pakai untuk mengembangkan kehidupan berkoperasi dengan mengumpulkan uang dari mereka (orang miskin). Kemudian, membagi-bagikan uang itu kepada orang yang membutuhkan dalam bentuk pinjaman dengan sedikit bunga supaya berkembang untuk dapat melayani kebutuhan mereka.

Dia juga berpikir, tambah Pater Simon, bahwa tidak ada orang miskin yang tidak bisa menolong orang lain dan tidak ada orang kaya yang tidak pernah membutuhkan bantuan orang lain. Dia terus mendorong supaya orang-orang dalam hidup bersama berusaha untuk membangun semangat solidaritas satu terhadap yang lain. Maka upaya-upaya yang kita bisa lakukan sendiri tidak perlu harus datang dari pihak lain.

Kemudian dalam perkembangan koperasi, lebih jauh Pater Simon menguraikan bahwa kita melihat tiga hal pokok (pilar) yang penting bagi perkembangan koperasi. Yaitu keswadayaan, solidaritas dan pendidikan dengan cara penyadaran bersifat edukatif secara terus menerus. Tentu, orang akan sadar sehingga orang ikut apa dipikirkan oleh Raiffeisen, jadi pendidikan menjadi satu hal yang sangat penting dalam berkoperasi.

“Dalam pelayanan kepada para anggota tentu kita membutuhkan beberapa hal yang bisa membuat anggota menyadari pentingya berkoperasi. Misalnya melalui kehadiran pengurus, pengawas dan manajemen untuk memberi pendidikan kepada anggota atau orang-orang di desa yang belum menjadi anggota.” Ungkap Pater Simon.

Dalam bacaan injil, lanjut Pater Simon, Yesus menunjukkan semangat kerendahan hati, keterbukaan dan siap menerima orang-orang yang dianggap kecil dan tidak berarti dalam kehidupan bersama. Yesus mendorong para murid agar punya kepedulian, punya keprihatinan terhadap orang-orang kecil baik dari segi usia maupun kecil secara sosial ekonomi.

Saya kira semangat seperti ini juga penting, tegasnya, untuk kita yang bergulat di dalam dunia koperasi ini, karena kita hari – hari bergaul dengan begitu banyak orang. Ada yang berkecukupan, ada yang sangat sederhana, mereka hidup dari kerja hari itu, dan hal ini harus mendorong kita sebagai pegiat-pegiat koperasi untuk memberi perhatian dan peka terhadap kondisi-kondisi seperti itu. Sehingga, kita bisa mengajak bagaimana mereka bisa bergabung ke dalam koperasi dan membangun hidup bersama dengan semangat solidaritas. Kita harus punya kerendahan hati untuk bisa melihat apa yang mereka miliki dan mendorong mereka untuk bergabung, itu adalah bagian yang penting dalam pendidikan.

Kita percaya dari yang sedikit itu dengan rahmat dan berkat tuhan bisa berkembang. Dan, saya kira Florette dari awal dibangun, tentu tidak banyak orang yang bergabung, tidak banyak uang yang dikumpulkan saat itu, tetapi lihat sekarang anggotanya sudah banyak, 7.800 orang anggota, banyak sekali.

Ini membuktikan bagaimana Tuhan melimpahkan, menggandakan apa yang sedikit dulu. Tugas kita sekarang, adalah melayani anggota, bagaimana upaya kita agar koperasi ini terus bertumbuh dan berkembang tentu Tuhan ada di sana, Tuhan ikut terlibat menggandakan apa yang koperasi ini punya, apa yang anggota-anggota punya. Yang paling penting dalam melayani adalah hati yang memperhatikan dan hati yang peduli pada orang-orang di desa agar mereka bisa bergabung ke dalam koperasi kredit untuk membangun dan memperkuat semangat solidaritas demi terwujudnya kesejahteraan mereka bersama.

Lejong (berbagi cerita) sejarah terbentuk CU Florette

Setelah perayaan misa, Aleks Makur, salah satu pendiri pada kesempatan lejong tersebut mengisahkan tentang sejarah awal berdirinya KSP CU Florette dimana jumlah anggota saat itu, yaitu tahun 2001, berjumlah 25 orang dengan nilai setoran awal untuk menjadi anggota Rp525.000. Sehingga, jumlah simpanan awal (modal) sebesar Rp13.125.000,-.

KSP CU Florette
Aleks Makur

Uang sebesar itu, tuturnya, ternyata bisa membantu anggota, lalu dari pengalaman baik ini, kami yang menjadi pengurus saat itu terus mempromosikannya agar semakin banyak orang Manggarai yang menjadi anggota. Saat itu kami bercita-cita setelah 10 tahun usianya jumlah anggota harus meningkat sebanyak 10.000 orang, namun ternyata belum tercapai. “Saya berharap dengan pengurus baru yang sangat energik ini, KSP CU Florette semakin berkembang sesuai namanya, yaitu florette, berasal dari bahasan latin, yang artinya berkembanglah,” ungkapnya.

Dulu, cerita Aleks, kami melaksanakan sosialiasi untuk menjaring anggota baru di desa-desa, meski capek (lelah) tetapi hal ini tidak boleh dinyatakan supaya mendapat berkat dari Tuhan. Jumlah anggota dan modal kemudian terus meningkat, capaian ini merupakan bukti berkat Tuhan sehingga saya minta pengurus, pengawas, dan staf managemen untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Ingat, tegas Aleks, kata Florette artinya berkembanglah sehingga Badan Pengurus, Koordinator dan Managemen menterjemahkan kata ini dalam menjalankan tugasnya masing-masing sehingga dari segi jumlah anggota dan modal harus terus meningkat.

Sedangkan Frans Akung Gaur, mengaku berbangga dengan perkembangan KSP CU Florette, jumlah anggota semakin banyak dan akan punya kantor baru yang bagus. Mudah-mudah koperasi ini membawa perubahan kepada anggota, tidak hanya cari untung tetapi juga dia hadir mau membantu anggota sehingga KSP CU florette tetap berkembang. Dulu kantornya berpindah-pindah sebelum mendapatkan kantor yang resmi seperti sekarang ini.

Yohanes Sakir, salah satu mantan pengawas, mengatakan saya teringat pada 22 tahun lalu, ketika para penidiri mendiskusi tentang nama koperasi yang didirikan ini, saya ingat waktu itu, Mateus Ngarut menyebut kata Florette, yang ternyata berasal dari bahasa latin yang artinya berkembanglah sehingga jadilah namanya CU Florette. Apa yang kita pahami hari ini tentang makna filosofis Florette, menurut saya, adalah tidak ada hari tanpa prestasi menuju hari esok yang lebih baik. Dan, hari ini kita bersyukur, Florette telah berkembang bersama 7.800 orang anggota menuju terwujudnya kesejahteraan bersama (bonum commune).

KSP CU Florette
Yohanes Sakir

Oleh karena itu, ke depan mari kita bekerja sama dan sama-sama bekerja, tidak hanya pendiri, pengurus, pengawas dan managemen. Tetapi kita semua yang telah menjadi pemilik KSP CU Florette.

Florianus Kampul, Ketua Badan Pengurus KSP CU Florette saat ini dan juga menjabat sebagai Ketua Puskopdit Manggarai, menyampaikan, terkait kantor baru dipastikan pada 30 September 2023 sudah rampung, sehingga perayaan ulang tahun KSP CU Florette ke 23 tahun depan bisa dipastikan dilaksanakan di kantor baru. Kami sangat senang para pendiri hari ini hadir pada perayaan misa dalam rangka ulang tahun KSP CU Florette ke-22. Dan, kami berharap pada peresmian kantor baru nanti, para pendiri harus hadir juga sebab kantor baru itu merupakan bagian dari rencana atau harapan para pendiri, kami sebagai pengurus hanya meneruskan saja.

Kita harus bangga, ungkapnya, sebab punya kantor sendiri dan dinilai layak bahkan terkesan megah untuk melayani anggota, meski dahulu menurut cerita dari bapak-bapak pendiri, kantornya berpindah-pindah, dan ruangan pelayanannya tidak layak namun para pendiri setia pada komitmen. Pada peresmian kantor nanti bapak-bapak pendiri menjadi narasumber untuk kilas balik sejarah agar semua tahu tentang semangat awal berdirinya KSP CU Florette.

KSP CU Florette
Florianus Kampul

“Kami meminta juga kepada para pendiri untuk memberikan kritikan membangun demi terwujudnya misi dari KSP CU Florette, yaitu anggota hidup sejahtera. Kami memandang kritikan itu juga dapat mendorong badan pengurus, pengawas dan managemen untuk membawa KSP CU Florette ke arah yang lebih baik, tentu mengikuti atau menyesuaikan dengan perubahan atau perkembangan yang terjadi,” pungkasnya.

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV