Kopong Pulang Sudah

Lesiana sangat dikagumi oleh banyak pria, bahkan beberapa pria ingin menikmatinya dengan cara yang kejam. Mereka menyusun taktik dengan kepala desa. Tetapi selalu gagal. Sebab Lesiana juga pandai membaca gelagat para penjahat itu.

Dengan uang jual gading beberapa tahun silam dari kakeknya, Lesiana mendirikan Koperasi di kampungnya. Koperasi itu berkembang dengan baik, sehingga banyak pemuda bekerja dengannya. Bahkan Koperasi itu telah mendidik mama-mama menjadi perempuan mandiri. Sebab di Lewotana, pusat kehidupan adalah perempuan.

Pemuda-pemuda yang bekerja di Koperasi Lesiana, merekalah selalu menjaga Lesiana dari marabahaya.
Karena menjadi omongan orang, Tobi pun ingin bertemu dengan Lesiana. Pada hari Minggu, Tobi datang ke pasar Wae Werang. Sebab dari informasi para guide, Lesiana selalu ada di pasar Wae Werang pada hari Minggu. Ia menjual sarung tenun Adonara di sana.

Kopong
Pulau Adonara terlihat di kejauhan berlatar sunset dan Laut Sawu | Shutterstock

Ketika bertemu dengan Lesiana, Tobi langsung jatuh cinta dengannya.

“Hei aku Tobi!”, Tobi memperkenalkan diri.

“Lesiana!” Jawab gadis itu.

“Kamu cukup terkenal di sini yah!” Tobi memuji. “Sebenarnya kamu tidak puas dengan ini saja. Kamu akan mendapatkan yang akan kamu mau jika kamu meninggalkan Lewotana. Untuk apa kamu menunggu sesuatu yang tidak pasti di sini Lesiana? Orang-orang menunggu buah pepohonan jambu mente, kemiri yang sangat tergantung pada musim baik atau tidak?” Tobi menanyakan itu padanya dengan nada mencemoohkan.

Tetapi Lesiana tahu, Tobi ingin memilikinya. Tobi bukanlah pemburu Paus di lautan ganas yang mampu menaklukan ombak setinggi tiang bendera, sampai mereka mendapatkan Paus besar untuk pesta rakyat.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel