Tetapi, ibu juga punya banyak kisah-kisah Kitab Suci yang terhubung dengan tokoh-tokoh tertentu. Itu semua hasil ‘tangkapan telinganya’ dari suara para misionaris. Juga tentang santu ini dan santa itu, dengan tekanan pada kebertahanan iman orang kudus itu dalam Yesus. Cerita-cerita seperti ini, umumnya sebelum tidur malam, yang bikin anak-anak sampai pulas tertidur.
Yang mau dibilang dari kisah-kisah sederhana di waktu dulu itu adalah adanya ‘spasi kesempatan untuk bersuakumpul dan berpadu hati dalam jumpa. Banyak kesempatan untuk face to face yang bermeterai tautan heart to heart sudah menuntun ke dalam Komunikasi yang sungguh manusiawi.
Pada pesan khusus di hari komunikasi sedunia 2024, Gereja dibawa kepada satu tema permenungan khusus. Paus Fransiskus merumuskannya padat dalam tema, “Kecerdasan Buatan dan Kebijaksanaan Hati: Menuju Komunikasi yang Sungguh Manusia.
Tak ada hal yang lebih utama selain semuanya mesti mulai dari hati. Tak ditampik kenyataan adanya sekian banyak persoalan dalam hidup ini. Namun, bagaimana mesti menghadapinya? “Masalah-masalah ini bersifat teknis, ilmiah dan politik, “kata Paus mengutip Romano Guardini. Tetapi masalah ini dapat didekati dengan benar sekiranya bertolak dari rasa kemanusiaan.
Rasa kemanusiaan itu lahir dari alam keluasan hati yang meresapkan kualitas kebijaksanaan dalam berpikir, menarik kesimpulan dan bertindak. Manusia dituntut untuk memiliki kebijaksanaan hati. Dan kebijaksanaan seperti itu hanya lahir dari dinamika perjumpaan dengan Tuhan sendiri.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





