Waspada Debu Vulkanik Anak Krakatau

Infopertama.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian masyarakat. Erupsi gunung api ini berpotensi besar menghasilkan sebaran debu vulkanik yang tidak hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat di sekitarnya. Sebagai bentuk kewaspadaan, masyarakat diimbau untuk mengenali bahaya abu vulkanik serta menerapkan langkah-langkah perlindungan diri bagi keluarga.

Mengapa Debu Vulkanik Berbahaya?

Menurut data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dan International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN), debu vulkanik merupakan partikel sangat halus yang terdiri dari kristal silika, batuan, dan kaca vulkanik tajam. Karena ukurannya yang mikroskopis, partikel ini dapat dengan mudah lolos dari benteng pertahanan alami hidung hingga mengendap di dalam paru-paru.

Paparan debu vulkanik ini berisiko memicu gangguan pada sistem pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, pilek, sesak napas, hingga eksaserbasi atau perburukan kondisi pada penderita asma, bronkitis kronis, dan penyakit jantung. Selain pernapasan, gesekan partikel tajam debu vulkanik juga dapat memicu iritasi mata, termasuk konjungtivitis (mata merah), rasa perih, kornea tergores, hingga produksi air mata berlebih.

Langkah Utama Perlindungan Diri

Guna meminimalkan risiko dari paparan abu vulkanik, pakar kesehatan dan Kemenkes menganjurkan beberapa protokol perlindungan mandiri. Masyarakat disarankan untuk memprioritaskan penggunaan masker berefisiensi tinggi seperti N95 atau KN95 guna menyaring partikel mikro. Jika menggunakan masker bedah biasa, pastikan masker menempel rapat pada area hidung dan dagu untuk melindungi saluran pernapasan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel